Debut Inacraft di Jogja, Targetkan Rp8 Miliar dan 25.000 Pengunjung
Inacraft 2026 resmi digelar di JEC Yogyakarta pada 15-19 Juli dengan target 25.000 pengunjung, transaksi Rp8 miliar, dan kontrak bisnis global.
Bentuk hidung/Kabar24-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA — Kebiasaan bernapas melalui mulut, baik saat tidur maupun berolahraga, ternyata dapat berdampak negatif bagi kesehatan jika berlangsung dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat udara masuk ke tubuh tanpa melalui proses penyaringan alami yang dilakukan oleh hidung.
Hidung memiliki peran penting dalam sistem pernapasan, yakni sebagai penyaring dan pengatur udara. Organ ini berfungsi menghangatkan dan melembapkan udara sebelum masuk ke paru-paru, sekaligus menangkap debu, kotoran, dan mikroorganisme berbahaya agar tidak masuk ke saluran pernapasan.
Namun, ketika seseorang terbiasa bernapas melalui mulut, seluruh proses tersebut terlewati. Akibatnya, udara yang masuk menjadi lebih dingin, kering, dan kurang bersih, sehingga berpotensi mengiritasi saluran pernapasan dan membebani kerja paru-paru.
Asisten Profesor di SDM Institute of Ayurveda and Hospital, Dr. Samhita Ullod, menjelaskan bahwa kebiasaan ini dapat mengurangi efisiensi pertukaran oksigen dalam tubuh.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan oksigen yang cukup. Dampaknya bisa berupa kelelahan, penurunan konsentrasi, hingga gangguan pernapasan jika terjadi terus-menerus.
Selain itu, tanda awal dari kebiasaan bernapas melalui mulut dapat dikenali dari bibir kering saat bangun tidur atau sering terbangun di malam hari karena merasa haus. Pola pernapasan yang tidak optimal juga berhubungan dengan kualitas tidur yang buruk.
“Ini terkait dengan tidur yang terfragmentasi dan jika terus berlanjut dapat memperburuk kondisi sleep apnea,” ujar Dr. Ullod.
Pada anak-anak, dampaknya bisa lebih serius. Kebiasaan bernapas melalui mulut dalam jangka panjang dapat memengaruhi perkembangan struktur rahang dan susunan gigi, serta meningkatkan risiko gangguan gusi dan infeksi tenggorokan.
Untuk mengatasi kebiasaan ini, langkah awal yang dapat dilakukan adalah memastikan saluran hidung tidak tersumbat, misalnya dengan menjaga kebersihan dan kesehatan hidung. Selain itu, latihan pernapasan juga dapat membantu tubuh kembali terbiasa bernapas melalui hidung.
Aktivitas fisik secara rutin juga dianjurkan untuk meningkatkan kapasitas paru-paru dan efisiensi sistem pernapasan secara keseluruhan.
Dengan memahami dampaknya, masyarakat diharapkan lebih memperhatikan pola pernapasan sehari-hari, karena kebiasaan sederhana seperti cara bernapas ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Inacraft 2026 resmi digelar di JEC Yogyakarta pada 15-19 Juli dengan target 25.000 pengunjung, transaksi Rp8 miliar, dan kontrak bisnis global.
Bulog Jogja mencapai 100% target penyerapan gabah 2026 pada Juli dengan total 196.431 ton setara beras guna memperkuat cadangan pangan.
Kemendagri meminta Pemda mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor setelah penerimaan PKB turun Rp11,58 triliun pada 2025.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan pertama pukul 05.00 WIB.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengecam ancaman bom di SDN Srengseng saat MPLS karena mencederai hak anak atas rasa aman di sekolah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000, keberangkatan pertama pukul 05.05 WIB.