KPK Geledah Kantor Bea Cukai Kudus dan PT Djarum, Penyidikan Kasus Impor Berlanjut
KPK menggeledah kantor Bea Cukai Kudus dan PT Djarum dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi importasi barang.
Bentuk hidung/Kabar24-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA — Kebiasaan bernapas melalui mulut, baik saat tidur maupun berolahraga, ternyata dapat berdampak negatif bagi kesehatan jika berlangsung dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat udara masuk ke tubuh tanpa melalui proses penyaringan alami yang dilakukan oleh hidung.
Hidung memiliki peran penting dalam sistem pernapasan, yakni sebagai penyaring dan pengatur udara. Organ ini berfungsi menghangatkan dan melembapkan udara sebelum masuk ke paru-paru, sekaligus menangkap debu, kotoran, dan mikroorganisme berbahaya agar tidak masuk ke saluran pernapasan.
Namun, ketika seseorang terbiasa bernapas melalui mulut, seluruh proses tersebut terlewati. Akibatnya, udara yang masuk menjadi lebih dingin, kering, dan kurang bersih, sehingga berpotensi mengiritasi saluran pernapasan dan membebani kerja paru-paru.
Asisten Profesor di SDM Institute of Ayurveda and Hospital, Dr. Samhita Ullod, menjelaskan bahwa kebiasaan ini dapat mengurangi efisiensi pertukaran oksigen dalam tubuh.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan oksigen yang cukup. Dampaknya bisa berupa kelelahan, penurunan konsentrasi, hingga gangguan pernapasan jika terjadi terus-menerus.
Selain itu, tanda awal dari kebiasaan bernapas melalui mulut dapat dikenali dari bibir kering saat bangun tidur atau sering terbangun di malam hari karena merasa haus. Pola pernapasan yang tidak optimal juga berhubungan dengan kualitas tidur yang buruk.
“Ini terkait dengan tidur yang terfragmentasi dan jika terus berlanjut dapat memperburuk kondisi sleep apnea,” ujar Dr. Ullod.
Pada anak-anak, dampaknya bisa lebih serius. Kebiasaan bernapas melalui mulut dalam jangka panjang dapat memengaruhi perkembangan struktur rahang dan susunan gigi, serta meningkatkan risiko gangguan gusi dan infeksi tenggorokan.
Untuk mengatasi kebiasaan ini, langkah awal yang dapat dilakukan adalah memastikan saluran hidung tidak tersumbat, misalnya dengan menjaga kebersihan dan kesehatan hidung. Selain itu, latihan pernapasan juga dapat membantu tubuh kembali terbiasa bernapas melalui hidung.
Aktivitas fisik secara rutin juga dianjurkan untuk meningkatkan kapasitas paru-paru dan efisiensi sistem pernapasan secara keseluruhan.
Dengan memahami dampaknya, masyarakat diharapkan lebih memperhatikan pola pernapasan sehari-hari, karena kebiasaan sederhana seperti cara bernapas ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menggeledah kantor Bea Cukai Kudus dan PT Djarum dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi importasi barang.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.