Profil Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Kariernya, Wafat di Usia 73 Tahun
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Review film Pelangi di Mars: Film sci-fi Indonesia dengan CGI memukau yang digarap 6 tahun. Simak ulasan visual dan kolaborasi ratusan kreator lokal. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA — Industri perfilman Indonesia kembali mencatatkan sejarah melalui rilisnya film fiksi ilmiah atau Sci-Fi bertajuk Pelangi di Mars. Karya ini langsung mencuri perhatian publik berkat kekuatan visual yang luar biasa serta pendekatan produksi yang tergolong ekstrem untuk ukuran sinema domestik, terutama dalam pemanfaatan teknologi CGI dan VFX tingkat tinggi.
Dunia planet merah yang ditampilkan dalam film ini dibangun dengan detail yang sangat kuat, menciptakan suasana imersif bagi penonton. Visual dalam Pelangi di Mars bukan sekadar latar belakang, melainkan elemen krusial yang membentuk atmosfer cerita, memperkuat emosi, serta dinamika narasi yang ingin disampaikan oleh sang sutradara.
Di balik kemegahan visual tersebut, tersimpan komitmen luar biasa di mana proses produksi film ini memakan waktu hampir enam tahun. Durasi panjang tersebut mencerminkan dedikasi para kreator dalam melakukan eksplorasi teknis mendalam dan penyempurnaan berkelanjutan demi menghasilkan kualitas yang kompetitif di kancah internasional.
“Proses panjang tersebut juga memperlihatkan adanya dorongan passion yang kuat dari tim produksi,” tulis laporan evaluasi teknis film tersebut. Film ini hadir bukan sekadar hiburan, melainkan upaya membuka ruang imajinasi baru bagi generasi muda melalui pendekatan sinematik yang segar.
Kekuatan utama Pelangi di Mars terletak pada kolaborasi masif yang melibatkan ratusan kreator dari berbagai pelosok Indonesia. Sinergi antara animator, VFX artist, hingga tim teknis lainnya berhasil membangun dunia fiksi yang terasa hidup, detail, dan berlapis, sekaligus membuktikan kapasitas industri kreatif nasional yang kian matang.
Secara teknis, film ini menjadi pijakan penting bagi standar baru perfilman tanah air, terutama dalam integrasi teknologi digital dengan alur cerita. Menariknya, film ini juga memberikan apresiasi tinggi pada peran voice actor dan body actor yang berhasil menghidupkan karakter non-manusia sehingga terasa lebih ekspresif dan meyakinkan di layar lebar.
Meskipun tampil dominan dari sisi visual, penyampaian naratif dalam film ini dinilai masih menyisakan ruang interpretasi bagi penonton. Beberapa bagian alur cerita dianggap belum terjelaskan secara gamblang, namun hal tersebut tidak mengurangi pencapaian besar Pelangi di Mars sebagai pionir film fiksi ilmiah yang berani di Indonesia.
Secara keseluruhan, Pelangi di Mars adalah perpaduan antara ambisi besar, proses produksi yang tekun, dan kolaborasi lintas daerah. Karya ini menjadi sinyal kuat bahwa perfilman Indonesia mulai bergerak menuju standar produksi yang lebih tinggi dan siap mengeksplorasi genre-genre sulit di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.