Lawan Iran Jadi Ujian Terakhir, Timnas Voli Putra Indonesia Kejar Tiket Perempat Final
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
Gula pasir - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Thailand resmi memangkas kadar gula minuman kekinian seperti Thai tea, kopi, dan cokelat dingin menjadi 50 persen dari resep asli mulai 11 Februari 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional menekan konsumsi gula berlebih dan mencegah lonjakan obesitas serta diabetes.
Laporan dari Bangkok Post menyebut perubahan definisi “normal sweet” ini diterapkan sebagai standar baru di gerai minuman. Thailand selama ini tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat konsumsi gula tertinggi di Asia Tenggara.
Kadar Gula Turun Drastis
Sebelum aturan baru diberlakukan, satu gelas minuman ukuran 473 mililiter (16 oz) bisa mengandung lebih dari tujuh sendok teh gula. Secara rinci, kopi rata-rata memuat 7,3 sendok teh gula, sedangkan Thai tea mencapai 6,6 sendok teh.
Dengan kebijakan baru, kandungan gula dipangkas menjadi sekitar 3–4 sendok teh per gelas. Kopi kini hanya mengandung sekitar 3,7 sendok teh gula, sementara Thai tea turun menjadi 3,3 sendok teh.
Angka tersebut sejalan dengan rekomendasi World Health Organization (WHO) yang menganjurkan batas konsumsi gula maksimal enam sendok teh per hari.
Tetap Bisa Pesan Manis Penuh
Pemerintah Thailand tidak melarang konsumen memesan minuman dengan kadar gula penuh. Pelanggan tetap dapat meminta tingkat kemanisan sesuai preferensi saat melakukan pemesanan.
Namun, jika pembeli tidak menyebutkan tingkat kemanisan, barista secara otomatis menyajikan minuman dengan kadar gula setengah dari resep asli. Pendekatan ini dikenal sebagai strategi ekonomi perilaku, yakni mendorong perubahan kebiasaan tanpa menerapkan larangan tegas.
Sebanyak sembilan jaringan kedai minuman besar ikut berpartisipasi, termasuk Café Amazon dan Inthanin.
Dorong Pola Hidup Rendah Gula
Pengurangan kadar gula diharapkan menekan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme lainnya. Dengan asupan gula lebih rendah, masyarakat diproyeksikan memperoleh energi yang lebih stabil serta perbaikan metabolisme.
Pemerintah Thailand memperkirakan adaptasi terhadap rasa manis yang lebih ringan dapat terjadi dalam waktu sekitar dua pekan.
Langkah ini sejalan dengan tren Asia Tenggara menuju konsumsi minuman rendah gula. Di Indonesia, kebijakan cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) telah diterapkan sejak 2024 meski evaluasi implementasi masih berlangsung.
Kebijakan Thailand memangkas gula Thai tea dan kopi hingga 50 persen ini menjadi contoh intervensi regulasi yang bertujuan mengubah perilaku konsumsi masyarakat secara bertahap tanpa pembatasan drastis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.