Sering Menahan BAB di Pagi Hari Ini Dampaknya
Sulit BAB pagi hari bisa diatasi dengan kebiasaan sederhana seperti bangun lebih awal, napas dalam, dan minum air hangat.
Pemeriksaan ibu hamil. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Stres saat hamil menjadi kekhawatiran banyak ibu karena dikhawatirkan memengaruhi pertumbuhan janin. Dokter menjelaskan bahwa stres memang tidak selalu berbahaya, tetapi stres berkepanjangan dapat berdampak pada kondisi tubuh ibu dan perkembangan bayi.
Kehamilan sering dipersepsikan sebagai fase membahagiakan, tetapi pada kenyataannya masa ini juga dapat memicu kebingungan, kelelahan, hingga tekanan emosional. Kondisi tersebut membuat sebagian calon ibu bertanya-tanya apakah stres yang dirasakan dapat memengaruhi kesehatan bayi di dalam kandungan.
Menurut Konsultan Ginekologi dan Kebidanan di Rumah Sakit Wockhardt Mumbai Central, Dr. Indrani Salunkhe, stres sesekali merupakan kondisi yang normal dan umumnya tidak membahayakan janin. Namun, tekanan emosional yang berlangsung lama dapat memengaruhi fungsi tubuh selama kehamilan karena peningkatan hormon kortisol yang berpotensi berdampak pada aliran darah menuju plasenta.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa stres bukan satu-satunya faktor yang menentukan kondisi bayi. Pertumbuhan janin tetap dipengaruhi berbagai aspek lain seperti nutrisi, kesehatan ibu, serta pemantauan medis selama kehamilan.
Stres Harian Umumnya Tidak Berbahaya
Dr. Salunkhe menjelaskan bahwa tekanan sehari-hari seperti pekerjaan yang melelahkan, kekhawatiran finansial, rasa cemas sebelum pemeriksaan USG, atau perubahan emosi sesaat merupakan hal yang masih bisa ditoleransi tubuh. Sistem biologis manusia dirancang untuk menghadapi lonjakan stres jangka pendek tanpa menyebabkan dampak serius pada janin.
Masalah mulai muncul ketika stres menjadi kondisi yang berlangsung terus-menerus. Stres kronis dapat memengaruhi kualitas tidur, pola makan, serta tingkat energi ibu hamil. Dalam jangka waktu panjang, perubahan tersebut berpotensi memengaruhi perkembangan bayi secara tidak langsung karena kondisi fisik ibu ikut terganggu.
Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengenali kapan tekanan emosional mulai mengganggu aktivitas sehari-hari dan segera mencari cara untuk mengelolanya.
Kesehatan Emosional Sama Pentingnya dengan Fisik
Stres saat hamil tidak selalu tampak jelas. Beberapa ibu mungkin merasakan kecemasan hampir setiap hari, kesedihan tanpa sebab yang nyata, atau kesulitan menjalani aktivitas sederhana. Tanda emosional seperti ini perlu mendapat perhatian yang sama dengan keluhan fisik.
Dr. Salunkhe menekankan bahwa meminta bantuan atau dukungan selama kehamilan adalah hal yang wajar. Pemeriksaan rutin membantu tenaga medis memantau kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Jika stres dikenali lebih awal, perubahan gaya hidup sederhana serta dukungan emosional sering kali sudah cukup untuk memberikan dampak positif.
Pendekatan Holistik dalam Mengelola Stres Kehamilan
Selain pendekatan medis, pandangan holistik juga menilai bahwa stres ibu hamil dapat memengaruhi hubungan emosional antara ibu dan bayi. Instruktur Pranic Healing Sumi Lazar menjelaskan bahwa kondisi emosional ibu berperan dalam kenyamanan fisik selama kehamilan.
Menurutnya, stres berkepanjangan dapat memicu keluhan seperti nyeri tubuh, kelelahan, hingga gangguan hormonal. Latihan pernapasan, meditasi, dan relaksasi terbimbing dapat membantu menenangkan pikiran sehingga tubuh berfungsi lebih optimal, termasuk kualitas tidur dan nafsu makan ibu.
Kesejahteraan Ibu Menjadi Kunci Kesehatan Janin
Baik pendekatan medis maupun holistik sepakat bahwa kesehatan bayi sangat bergantung pada kondisi ibu. Pengelolaan stres tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Kebiasaan sederhana seperti makan teratur, istirahat cukup, aktivitas ringan seperti berjalan kaki, serta berbagi cerita dengan orang terdekat dapat membantu menjaga keseimbangan emosional selama kehamilan.
Dukungan dari pasangan, keluarga, teman, maupun tenaga kesehatan juga berperan penting dalam mengurangi kecemasan. Apabila tekanan emosional terasa berat, bantuan profesional tetap menjadi langkah yang tepat karena masa kehamilan bukan waktu yang ideal untuk menghadapi stres sendirian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : The Times of India
Sulit BAB pagi hari bisa diatasi dengan kebiasaan sederhana seperti bangun lebih awal, napas dalam, dan minum air hangat.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.