Prabowo Bahas Kerja Sama PLTN dengan Rosatom Rusia
Presiden Prabowo menerima petinggi Rosatom Rusia untuk membahas kerja sama pengembangan energi nuklir sipil di Indonesia.
Kurma - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kurma kian populer sebagai sumber energi alami, terutama di tengah gaya hidup aktif masyarakat urban. Kandungan karbohidrat cepat urai di dalam buah ini menjadikannya pilihan praktis untuk menjaga stamina, baik saat beraktivitas harian maupun berolahraga.
Setiap butir kurma mengandung sekitar 5 hingga 18 gram karbohidrat yang mudah terurai, sehingga mampu memberikan pasokan bahan bakar instan bagi tubuh. Ahli gizi terdaftar sekaligus penulis The Everything Easy Pre-Diabetes Cookbook, Lauren Harris-Pincus, MS, RDN, merekomendasikan kurma sebagai camilan di sela waktu makan untuk membantu menjaga tingkat energi tetap stabil.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Health pada Senin (19/1/2026), Lauren menyebut konsumsi kurma sekitar pukul 15.00 efektif mengatasi penurunan energi yang kerap muncul pada sore hari. Pola ini dinilai relevan bagi pekerja maupun pelajar yang mengalami kelelahan menjelang akhir aktivitas.
Sementara itu, ahli gizi Stacey Woodson, MS, RD, LDN, menyarankan kurma dikonsumsi sebelum berlatih untuk menunjang performa olahraga.
"Kurma adalah pilihan cerdas sebagai camilan pra-olahraga, karena kandungan karbohidratnya membantu memberi energi pada otot yang bekerja, sementara kaliumnya mendukung fungsi otot yang optimal," katanya.
Manfaat kurma juga dirasakan setelah olahraga. Ahli gizi olahraga Roxana Ehsani, MS, RD, CSSD, menyebut kurma baik dikonsumsi seusai latihan karena kandungan karbohidratnya—terutama bila dipadukan dengan protein—membantu memulihkan dan mengisi kembali glikogen otot.
Selain itu, tubuh kehilangan kalium saat berkeringat, sehingga konsumsi kurma dapat membantu menggantikan mineral yang hilang tersebut.
Stacey Woodson menambahkan bahwa kurma mendukung kesehatan pencernaan karena mengandung senyawa anti-inflamasi serta serat dalam jumlah cukup. Sebagai gambaran, tiga butir kurma Medjool tanpa biji menyediakan sekitar 4,8 gram serat atau setara 13 persen hingga 19 persen kebutuhan serat harian.
Serat berperan mengatur pergerakan usus. Bahkan, sebuah studi tahun 2025 menunjukkan serat dalam kurma dapat membantu pertumbuhan bakteri baik di usus, yang menjadi faktor penting bagi kesehatan sistem pencernaan.
Penelitian memang belum menentukan waktu spesifik dalam sehari yang paling optimal untuk mendapatkan manfaat pencernaan dari kurma. Namun, para ahli menilai konsumsi kurma sebagai camilan di antara waktu makan merupakan pilihan yang tepat.
Woodson menyebut kurma sebagai camilan ideal di sela-sela waktu makan karena seratnya membantu menjaga ritme pencernaan tetap stabil sepanjang hari.
"Jeda ini memungkinkan sistem pencernaan mendapat manfaat serat secara konsisten tanpa membuatnya kewalahan," katanya.
Ia merekomendasikan agar waktu konsumsi kurma disesuaikan dengan aktivitas dan rutinitas harian masing-masing individu.
"Saya merekomendasikan mengonsumsi kurma pada waktu yang paling sesuai dengan gaya hidup kalian," katanya.
Para ahli juga menyarankan mengombinasikan kurma dengan air atau cairan lain agar seratnya dapat bergerak lebih lancar melalui saluran pencernaan, terutama bagi mereka yang menjadikan kurma sebagai camilan rutin di tengah aktivitas padat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo menerima petinggi Rosatom Rusia untuk membahas kerja sama pengembangan energi nuklir sipil di Indonesia.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.