Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Daya Beli Dinilai Masih Kuat
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Kentang - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan menyimpan kentang di kulkas justru berisiko memicu terbentuknya senyawa berbahaya dan menurunkan kualitas gizinya. Ketahui alasannya agar lebih aman dikonsumsi.
Kebiasaan menyimpan kentang di kulkas justru dapat berdampak buruk bagi kualitas dan kesehatan. Suhu dingin dapat mengubah pati menjadi gula, sehingga rasa kentang menjadi manis dan teksturnya lebih keras saat dimasak. Selain itu, kondisi ini memungkinkan terbentuknya senyawa berbahaya seperti akrilamida saat kentang digoreng atau dipanggang. Berikut penjelasan lebih rinci mengapa kentang sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas.
Perubahan pati menjadi gula
Suhu dingin di dalam kulkas dapat menyebabkan pati dalam kentang berubah menjadi gula. Proses ini membuat rasa kentang menjadi lebih manis dan teksturnya lebih keras. Selain itu, perubahan kimia ini dapat mempengaruhi kualitas kentang secara keseluruhan.
Risiko pembentukan akrilamida
Ketika kentang yang disimpan di kulkas digoreng atau dipanggang pada suhu tinggi, gula yang terbentuk akan bereaksi dengan asam amino asparagin dan menghasilkan senyawa kimia bernama akrilamida. Akrilamida merupakan zat bersifat karsinogenik yang dapat meningkatkan risiko kanker.
Kehilangan kandungan vitamin C
Penyimpanan kentang pada suhu rendah dapat mengurangi kandungan vitamin C di dalamnya. Vitamin C penting untuk kesehatan tubuh, dan kehilangannya dapat berdampak negatif.
Risiko pembusukan yang lebih cepat
Kelembapan dalam kulkas dapat mempercepat proses pembusukan kentang. Tanpa sirkulasi udara yang baik, kelembapan dapat merangsang pertumbuhan jamur dan bakteri, sehingga kentang cepat busuk.
Cara Menyimpan Kentang yang Tepat
Untuk menjaga kualitas dan kesegaran kentang, simpanlah di tempat yang sejuk, gelap, dan kering dengan suhu sekitar 7–12 derajat Celsius. Suhu ini membantu kentang tetap padat dan segar, mencegah pertumbuhan tunas, serta memperlambat proses pembusukan.
Hindari menyimpannya di dalam kantong plastik karena dapat meningkatkan kelembapan dan mempercepat pembusukan. Sebaiknya gunakan wadah seperti kantong kertas atau keranjang yang memiliki ventilasi udara baik sehingga kentang tetap kering dan awet lebih lama.
Dengan memahami alasan di balik larangan menyimpan kentang di kulkas serta mengikuti cara penyimpanan yang tepat, Anda dapat memastikan kentang tetap segar, aman, dan bergizi untuk dikonsumsi. Penting untuk selalu memperhatikan cara penyimpanan bahan makanan untuk menjaga kualitas dan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.