KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi
KPK menggeledah rumah anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi dan menyita barang bukti elektronik terkait penyidikan suap audit Muara Enim.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Latihan mendayung dan bersepeda terbukti meningkatkan kebugaran tubuh, memperkuat jantung, serta menambah stamina bila dilakukan dengan benar.
Spesialis kekuatan dan pengkondisian bersertifikat sekaligus pendiri AIM Athletic, Jake Harcoff, CSCS, dalam laman Well and Good menjelaskan bahwa dua latihan tersebut memiliki manfaat serupa dalam meningkatkan detak jantung sekaligus memperkuat daya tahan tubuh.
“Mendayung dan bersepeda sama-sama mampu memacu kerja jantung, membantu meningkatkan sirkulasi darah, serta mendukung kesehatan kardiovaskular,” kata Harcoff.
Ia menambahkan, keduanya tergolong latihan yang dapat membakar kalori secara efisien karena melibatkan otot-otot besar tubuh, sekaligus membangun kekuatan dan daya tahan fisik.
Latihan mendayung, misalnya, mengaktifkan sejumlah kelompok otot besar seperti kaki, otot inti, punggung, dan lengan. Karena gerakannya lebih halus dan minim tekanan pada sendi, olahraga ini cocok bagi mereka yang memiliki masalah persendian atau menginginkan latihan berdampak rendah.
Meski begitu, mendayung juga punya keterbatasan. “Tidak semua orang memiliki akses ke alat mendayung. Berbeda dengan lari yang bisa dilakukan kapan saja, mendayung memerlukan peralatan khusus,” ujarnya.
Harcoff menekankan, teknik mendayung yang kurang tepat bisa menyebabkan cedera, terutama di bagian punggung bawah dan lutut. Pemula perlu memahami bentuk tubuh yang benar agar terhindar dari masalah tersebut.
Sementara itu, bersepeda menargetkan otot bagian bawah tubuh seperti paha depan, paha belakang, glutes, dan betis. “Bersepeda turut melatih otot inti untuk menjaga keseimbangan, terutama ketika berada di medan yang menantang atau saat melaju dengan kecepatan tinggi,” jelas Harcoff.
Walaupun fokus pada tubuh bagian bawah, otot tangan dan bahu juga ikut bekerja saat menjaga postur tubuh dan mengendalikan sepeda. Selain menyehatkan jantung dan paru-paru, bersepeda dapat menjadi cara relaksasi mental, terutama bila dilakukan di luar ruangan sambil menikmati udara segar.
Namun, latihan ini juga memiliki risiko. “Bersepeda di jalan raya atau medan tidak rata meningkatkan kemungkinan cedera. Selain itu, posisi duduk yang tidak tepat dapat menyebabkan nyeri punggung bawah, leher, atau pergelangan tangan,” tambahnya.
Harcoff menyarankan agar pemilihan jenis latihan disesuaikan dengan kondisi fisik dan tujuan kebugaran masing-masing. Dengan teknik dan intensitas yang tepat, baik mendayung maupun bersepeda dapat menjadi jalan menuju jantung yang lebih sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menggeledah rumah anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi dan menyita barang bukti elektronik terkait penyidikan suap audit Muara Enim.
Sabar/Reza lolos ke 16 besar Japan Open 2026 setelah drama 3 gim. Kemenangan dramatis ini modal berharga hadapi babak selanjutnya
Harga pupuk dan pestisida di Sleman naik akibat bahan baku impor. Pedagang menekan margin keuntungan demi menjaga harga tetap terjangkau bagi petani.
Stefano Lilipaly resmi turun kasta ke Semen Padang FC untuk Championship musim 2026/2027. Simak ambisi besar Kabau Sirah untuk langsung promosi ke Super League.
Ekspor Kulonprogo menunjukkan tren positif pada semester I 2026. Ekspor wig naik 57 persen, sementara gula semut tetap menjadi komoditas unggulan yang diburu.
Prancis tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 0-2 dari Spanyol. Kylian Mbappe menjadi sorotan dan mendapat kritik tajam dari media Prancis.