Masih Sulit Menabung Bisa Jadi Tanda Posisi Ekonomi Anda
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Cantika Davinca/ Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Penyanyi dangdut Cantika Davinca akhirnya angkat bicara terkait kecelakaan maut yang melibatkan mobil yang ditumpanginya di Magetan, Jawa Timur. Cantika secara tegas membantah spekulasi publik yang menuduh dirinya dan pengemudi berada dalam kondisi mabuk saat insiden terjadi.
"Ada yang bilang kita semua mabuk, no ya teman-teman. Karena banyak kronologi yang tidak benar tersebar. Aku sadar ketika kejadian dan aku melihat jelas apa yang terjadi," ungkap Cantika Davinca melalui unggahan di Instagram pribadinya, Minggu (5/10/2025).
Cantika menceritakan, mobil yang ditumpanginya saat itu adalah Innova dengan nomor polisi AE 9 CAN, yang dikemudikan oleh asistennya, Febrian Fitrianto. Perjalanan tersebut berlangsung menuju Kecamatan Poncol, Magetan, Jawa Timur, karena ada kegiatan manggung.
Namun, di sekitar lokasi yang minim penerangan, tiba-tiba muncul motor dari arah berlawanan yang tidak menyalakan lampu. Hal ini menyebabkan terjadinya kecelakaan.
Akibat benturan keras tersebut, mobil yang ditumpangi Cantika mengalami kerusakan parah di bagian depan. Sayangnya, dua orang remaja yang terlibat, berinisial BPW dan F, meninggal dunia setelah tubuh mereka terpental ke aspal.
Meski diliputi duka, Cantika Davinca menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Cantika juga menyampaikan permohonan agar publik menghentikan segala bentuk hujatan, baik yang ditujukan kepadanya maupun kepada keluarga korban.
"Sudah ya teman-teman, jangan menghujat siapapun, apalagi keluarga korban, stop ya. Namanya musibah enggak ada yang tahu, apa enggak kasihan? Kita semua lagi berduka. Doakan saja yang terbaik untuk semuanya," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Gets Premiere Yogyakarta menggelar Mini Wedding Showcase dengan konsep pernikahan elegan, intim, dan promo menarik bagi calon pengantin.
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.