Masih Sulit Menabung Bisa Jadi Tanda Posisi Ekonomi Anda
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Dewa Budjana. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Dewa Budjana angkat bicara terkait kritikan tajam dari musisi jazz senior Indra Lesmana yang menyebut festival jazz kini “tidak lagi nge-jazz.”
BACA JUGA: Dewa Budjana Ceritakan Pertama Kali Belajar Gitar
Gitaris band GIGI ini mengaku menyampaikan kegelisahannya soal maraknya festival jazz yang justru diisi oleh musisi non-jazz. Ia menyebut, ini adalah pertama kalinya ia melihat diskusi soal jazz sampai menembus laman-laman gosip.
"saya coba urun pendapat. Mungkin baru kali ini Pro Kontra tentang Jazz sampai masuk laman Gosip, saya yakin ini karena statemen dari Ikon Jazz di negeri ini, yaitu @indralesmana," tulis Dewa Budjana dalam akun instagram pribadinya, Rabu (23/7/2025).
"Sebagai musisi saya sangat setuju dengan pendapat Indra ….karena semakin banyak festival jazz yang menampilkan line up yang bukan jazz, padahal progres musisi jazz semakin banyak di negeri jni, dengan melihat langsung Jazz Camp yang dibuat oleh temen temen musisi, terlihat banyak banget musisi musisi bagus dari generasi muda yang muncul, harusnya festival festival tetap prioritas ke penampil Jazz nya atau berimbang," lanjut Dewa Budjana.
"Tulisan Indra Lesmana tertuju langsung ke Prambanan Jazz, yang menampilkan lebih banyak musisi bukan jazz, sebut saja: Nasida Ria, JKT48, Tantowi Yahya, Ari Lasso, GIGI, Dewa, Panbers, Mercy’s, Ebiet G Ade, Juicy Luicy Dan lain lain," jelasnya.
"Saya membaca tulisan @anas_alimi dari Prambanan Jazz, dengan menulis “menggugat Prambanan Jazz….” Bahkan saya ikut spontan komen “tulisane apik Mas” karena suka gaya menulisnya, bukan konten seluruhnya …Tapi saya kurang setuju dengan tulisan selanjutnya “maafkan saya di bulan juli” Dengan membandingkan line up Herbie hancock & John Legend, yang tentu sangat berbeda dengan penampil yang ada di Prambanan," ungkapnya.
"Yang saya kaget adalah banyaknya komen komen netizen yang tidak tau peran Indra Lesmana dalam skena Jazz tanah air, atau bahkan dunia …dengan komen yang kurang pas. Saya tau jaman atau generasi sudah berbeda, tapi ketika membahas sejarah kita tidak bisa lepas dengan pelaku pelaku yang sudah bersusah payah menjaga perjalanan musik Jazz kita. Nama Prambanan Jazz tentu sudah sangat bagus dan menurut saran saya buat Mas Anas, tinggal menambah porsi musisi Jazz nya lebih berimbang, dan beberapa nama Pop yang masih mungkin bisa tampil dengan format Jazz, tidak harus memaksakan kelompok yang sangat jauh secara style personilnya," tandas Dewa Budjana.
"Dan bisa menampilkan beberapa yang bukan Jazz dengan even yang berlainan, saya juga melihat whislist 2026 di akun Prambanan Jazz yang mayoritas lebih ke penampil yang bukan Jazz sama sekali, artinya pe er buat para promotor untuk tetap berfikir bagaimana membuat antara Tema dan Pasar yang balance, hingga nama Jazz tidak terselewengkan. Suwuunn," tutup Dewa Budjana
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.
PAN Kota Jogja menuntaskan Rakerda 2026 dengan lima komitmen utama untuk memperkuat konsolidasi dan menyiapkan strategi menghadapi Pileg serta Pilwalkot.
Kimi Antonelli tak terkejut Ferrari dan McLaren mendominasi GP Hungaria 2026. Lando Norris merebut pole position pertamanya musim ini.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab memperketat pengawasan SOP dan mendorong seluruh pengelola melengkapi perizinan.
Program Tani Cilik di Kapanewon Turi mengajak anak-anak memanen padi, melon, ubi, hingga mengikuti tradisi Wiwitan.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.