Menkeu: APBN 2025 Efisien, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Saat Iduladha biasanya hidangan santapan daging merah sangat melimpah. Namun, terlalu banyak mengonsumsi daging dapat mengganggu kesehatan, salah satunya berisiko memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu penyakit yang mengintai tak hanya orang dewasa yang lebih tua, namun, juga usia muda.
Penyakit ini menjadi salah salah satu penyebab utama yang menyebabkan serangan jantung, gagal jantung, stroke, yang secara kolektif dikenal sebagai penyakit kardiovaskular (PKV), dan kerusakan ginjal kronis, sebagaimana dilaporkan laman Hindustan Times, dikutip Sabtu (7/6/2025).
Risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat dikurangi dengan pilihan gaya hidup sehat yang diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari.
Olahraga secara teratur meningkatkan detak jantung dan pernapasan, yang pada akhirnya membuat jantung lebih kuat dan memompa darah dengan lebih sedikit tenaga sehingga menurunkan tekanan darah.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan untuk melakukan setidaknya 2,5 jam olahraga intensitas sedang per minggu, atau sekitar 30 menit per hari, lima hari seminggu.
Jalan cepat dan peregangan sederhana dapat dilakukan setiap hari untuk menjaga kebugaran tubuh dan menurunkan risiko tekanan darah tinggi.
BACA JUGA: Daun Salam, Bumbu Dapur dengan Segudang Manfaat Kesehatan
Mengurangi tekanan darah tinggi dan meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental dengan mempelajari cara menghilangkan stres dan mengatasi stres. Metode pengurangan stres meliputi berolahraga, bermeditasi, berfokus pada sesuatu yang tenang atau tenteram, dan mendengarkan musik.
Kenaikan berat badan bisa menjadi penyebab beberapa masalah yang dihadapi secara fisik. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Oleh karena itu, menjaga berat badan yang sehat bersifat penting karena dapat membantu mengendalikan tekanan darah tinggi dan mengurangi risiko masalah kesehatan lainnya.
Penting bagi seseorang untuk menerapkan pola makan yang menyehatkan jantung, seperti batasi asupan garam (natrium) dan lemak jenuh serta prioritaskan makanan yang tinggi kalium, serat, dan protein.
Salah satu ilustrasi yang baik tentang diet bergizi dapat membantu mengurangi tekanan darah adalah diet DASH, rencana makan sehat yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi dengan berfokus pada berbagai makanan dan membatasi sodium, gula tambahan, dan lemak jenuh.
Merokok juga terkait dengan peningkatan tekanan darah dan membuat berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan stroke. Jadi, seseorang disarankan untuk berhenti merokok demi menjaga kesehatan jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
Robert Lewandowski mengungkap alasan memilih bergabung dengan Chicago Fire di MLS setelah meninggalkan Barcelona usai empat musim.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan keberangkatan dari Jogja mulai pukul 05.05 WIB hingga 22.35 WIB.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.