Harga Beras Naik Meski Stok Melimpah, Ini Penyebabnya
Harga beras terus naik meski stok melimpah. Pengamat ungkap penyebab utama dari mahalnya gabah hingga distribusi belum optimal.
Pemandangan sejumlah pusat perbelanjaan di distrik belanja Orchard Road di Singapura. Foto diambil 2 Juni 2016. /Reuters/Edgar Su
Harianjogja.com, JAKARTA—Berjarak hanya 1,5 jam dengan pesawat terbang dari Jakarta, negara kota Singapura menduduki peringkat ke-3 sebagai negara "paling bahagia" di dunia pada 2025.
Singapura berdiri di bawah Copenhagen dan Zurich. Adapun, dua kota lain di Asia yang masuk dalam 10 besar - dengan Seoul di posisi ke-6 dan Taipei di posisi ke-8.
Detail tersebut dirilis oleh Happy City Index terbaru dari Institute for the Quality of Life, yang melacak 82 indikator di enam tema utama yang "secara langsung memengaruhi" kebahagiaan penduduk.
BACA JUGA: Manchester City Resmi Lepas Kevin De Bruyne
Enam kategori tersebut adalah warga negara, tata kelola, lingkungan, ekonomi, kesehatan, dan mobilitas.
Dengan total skor 979 poin, Singapura menonjol sebagai "mercusuar global untuk kemakmuran ekonomi, tata kelola, dan inovasi perkotaan", menurut indeks tersebut.
Pendidikan dan inovasi merupakan "inti dari keberhasilan Singapura", dengan universitas-universitas di negara tersebut menduduki peringkat 50 teratas secara global, menurut indeks tersebut.
Singapura juga mempertahankan konektivitas globalnya, dengan lebih dari 63% penduduknya bisa berbicara sedikitnya satu bahasa asing dan 55% memiliki keterampilan digital.
Indeks tersebut juga mengungkapkan bahwa negara tersebut mendorong kemajuan teknologi dan memastikan jalur inovasi yang stabil, dengan memberikan 7,37 paten per 10.000 penduduk.
Tata kelola dan transparansi juga menentukan keunggulan administratif Singapura, menurut indeks tersebut, dengan menegaskan bahwa ada "tingkat keterlibatan warga negara yang tinggi".
Indeks tersebut juga mencatat bahwa Singapura mengoperasikan platform data terbuka yang komprehensif, menyediakan 8.086 set data untuk akses publik.
Tata kelola digital juga terintegrasi dengan mulus ke dalam kehidupan sehari-hari, dengan mengutip layanan elektronik untuk pelaporan kesalahan, pembayaran daring, serta penjadwalan janji temu.
Mengenai tema kesehatan, yang merupakan hal baru dalam edisi Happy City Index kali ini, indikatornya meliputi kesehatan mental, nutrisi, dan keseimbangan kehidupan kerja.
Dengan asuransi kesehatan universal dan 2,8 dokter per 1.000 penduduk, layanan kesehatan di Singapura "dapat diakses dan efisien", menurut indeks tersebut.
Dikatakan pula bahwa negara tersebut memiliki penekanan kuat pada inisiatif kesehatan publik, dengan menyebutkan harapan hidup 83 tahun dan tingkat obesitas yang rendah.
Layanan kesehatan mental terus berkembang, dengan 15% dari populasi orang dewasa menerima perawatan terkoordinasi.
Indeks tersebut juga mencatat "tingkat kejahatan minimal" sebesar 3,31 insiden kekerasan publik yang tercatat per 1.000 penduduk.
Mengenai infrastruktur mobilitas dan transportasi Singapura, indeks tersebut mengatakan bahwa Singapura adalah "salah satu yang paling maju di dunia", menambahkan bahwa kota tersebut "memprioritaskan pilihan angkutan umum yang berkelanjutan".
"Sistem manajemen lalu lintas yang cerdas memastikan pergerakan perkotaan yang lancar, sementara para komuter juga mendapatkan manfaat dari sistem pembayaran elektronik yang terintegrasi sepenuhnya," tulis laporan tersebut.
Indeks tersebut juga mencatat bahwa semua kendaraan angkutan umum di Singapura sepenuhnya sudah disesuaikan untuk para penyandang disabilitas mobilitas.
"Angka kematian terkait lalu lintas juga rendah, yakni 0,24 per 10.000 penduduk, berkat langkah-langkah keselamatan yang ketat dan perencanaan kota yang efisien," katanya.
Terakhir, indeks tersebut mencatat bahwa keberlanjutan merupakan "inti" dari kebijakan perkotaan Singapura dan bahwa kota tersebut merupakan pelopor dalam perlindungan keanekaragaman hayati dan adopsi energi terbarukan.
Dengan 100% penduduk dilayani oleh fasilitas pengolahan limbah, Singapura menjunjung tinggi standar lingkungan yang tinggi.
Indeks tersebut menambahkan bahwa meskipun pengelolaan limbah masih menjadi tantangan di negara tersebut, upaya daur ulang terus ditingkatkan.
Ini adalah edisi ke-6 Indeks Kota Bahagia, yang dijalankan oleh lembaga pemikir yang berpusat di London, Institute for the Quality of Life.
Menekankan bahwa "tidak ada satu kota pun yang dapat diberi label sebagai yang terbaik dalam memastikan kebahagiaan warganya dalam jangka panjang", indeks tersebut mengidentifikasi sekelompok kota yang disebutnya Kota Emas - "lokasi paling bahagia di dunia".
Sayangnya, tidak ada satu kota pun di Indonesia yang lolos dan masuk dalam daftar kota paling bahagia di Happy City Index 2025.
Pada tahun sebelumnya, hanya ada Makassar, Sulawesi Selatan yang berada di posisi 234 dari 250 kota yang masuk dalam indeks tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Harga beras terus naik meski stok melimpah. Pengamat ungkap penyebab utama dari mahalnya gabah hingga distribusi belum optimal.
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.