Indonesia Borong Lima Medali di Olimpiade Fisika Internasional 2026
Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih satu emas, dua perak, dan dua perunggu pada International Physics Olympiad 2026 di Kolombia.
Ilustrasi Berkumur.ist/freepick
Harianjogja.com, JAKARTA—Berkumur dengan air bersih setelah berkerumun dari luar bisa membantu melindungi diri dari penularan virus Human Metapneumovirus (HMPV).
Dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi Rumah Sakit Universitas Indonesia dr. Irandi Putra Pratomo mengatakan berkumur tidak perlu menggunakan cairan obat antiseptik atau dengan kandungan betadine, namun cukup dengan air bersih.
BACA JUGA: Pakar Prediksi HMPV Tidak Akan Menyebabkan Pandemi
Untuk manfaat yang lebih, Irandi mengatakan bisa menambahkan garam sebagai antiseptik alami yang mudah didapat. “Saya pikir ada manfaatnya, yaitu berkumur setelah kita dari luar, berkumur yang di mulut maupun yang di tenggorokan, atau bahasa Inggrisnya Gargling,” kata Irandi dalam diskusi tentang virus HMPV, Selasa (14/1/2025).
Ia mengatakan, penanganan virus HMPV yang saat ini menjadi perbincangan tidak terlalu jauh berbeda dengan yang pernah dijalani saat musim pandemi COVID-19 sekitar tahun 2021 lalu. Penggunaan masker, cuci tangan dan beristirahat di rumah ketika sedang sakit merupakan langkah pencegahan dari penularan virus ini.
“Jangan sampai kita akan kembali ke masa ketika alat pelindung diri seperti masker yang demikian langka harganya juga tidak masuk akal, kemudian juga sanitizer sampai tidak ada di pasaran, yang paling mungkin kita lakukan ya menjaga kebersihan sih, simpel ya cuci tangan,” jelas Irandi.
Ia menegaskan masyarakat Indonesia tidak perlu terlalu panik namun tetap waspada akan menjaga kesehatan diri sendiri. Selain itu juga belum ada perintah peringatan dari organisasi kesehatan dunia WHO maupun organisasi kesehatan lainnya akan aturan seperti karantina saat COVID-19 sehingga penanganan masih bisa dilakukan dalam tahap wajar.
BACA JUGA: Bukan HMPV! DIY Justru Mewaspadai Flu Burung
Meskipun peringatan kesehatan dari WHO belum diberlakukan, Irandi mengingatkan bagi kelompok rentan seperti anak di bawah 10 tahun atau di bawah lima tahun serta lansia dengan penyakit komorbid perlu dijaga dari penularan virus.
Pada anak-anak, ia mengatakan sistem imun dalam tubuhnya masih belum matang untuk memerangi virus, sedangkan bagi lansia kondisi imunitas dalam tubuh sudah jauh menurun atau disebut imunosenesens karena bertambahnya usia, terlebih jika ada penyakit penyerta seperti diabetes, jantung atau riwayat transplantasi.
“Lansia ini juga ada penyakit yang lain-lain timbul selama hidupnya seperti yang sudah tercatat ada hubungannya dengan berat gejalanya HMPV ini misalnya masalah gagal jantung, atau ada penyakit paru obstruktif kronik seperti PPOK, kemudian yang ada riwayat juga untuk transplantasi atau cangkok,” katanya.
Irandi juga menambahkan untuk meningkatkan imunitas, diharapkan masyarakat bisa menjaga lingkungan yang bersih dan konsumsi makanan sehat bergizi seimbang serta tidur yang cukup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih satu emas, dua perak, dan dua perunggu pada International Physics Olympiad 2026 di Kolombia.
Menteri PU Dody Hanggodo membantah mutasi ASN Kementerian PU berkaitan dengan bocornya surat perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang viral di media sosial.
Indonesia dan India memperkuat kerja sama pengembangan SDM digital, talenta AI, dan keterampilan tenaga kerja untuk menghadapi transformasi dunia kerja.
Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengondisian hasil audit BPK di Kabupaten Muara Enim.
Pemerintah menyiapkan skema penyaluran bansos melalui Koperasi Desa Merah Putih. Uji coba penyaluran PKH dan BPNT ditargetkan dimulai pada Agustus 2026.
Menteri Desa Yandri Susanto menyebut 20 persen keuntungan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi Pendapatan Asli Desa untuk memperkuat ekonomi desa.