Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Tak dimungkiri, pekerjaan kerap menjadi pemicu stres seseorang. Itulah sebabnya, diperlukan penanganan yang tepat untuk mengelola emosi.
Menurut data WHO, 1 dari 8 orang di dunia memiliki masalah kesehatan jiwa, dan 19% di antaranya merupakan usia pekerja. Di Indonesia, ada 14% penduduk di atas usia 15 tahun atau usia pekerja mengalami depresi dan sayangnya tidak sampai 13% yang menjalankan pengobatan serius untuk menangani masalah kesehatan mental ini.
Stres yang dirasakan para pekerja bisa dipicu oleh banyak faktor, beberapa di antaranya seperti tingginya tuntutan pekerjaan, gaji yang tidak mencukupi kebutuhan hidup, kurangnya fasilitas, dan lingkungan kantor yang tidak mendukung.
Hal ini menjadi masalah yang serius, karena selain berdampak pada diri sendiri, masalah ini akan mempengaruhi produktivitas organisasi atau perusahaan di masa depan.
Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes RI menyampaikan masalah kesehatan mental bisa ditangani dengan melakukan teknik pengelolaan emosi.
BACA JUGA: Bagaimana Cara Kita Bisa Mengelola Stres? Berikut Tips yang Diberikan IDI Mataram
Relaksasi dilakukan untuk menurunkan ketegangan pada tubuh dan memberikan kenyaman secara fisik. Teknik relaksasi ini bisa dilakukan dengan latihan mengatur napas 3-3 (3 detik menarik napas, 3 detik menghembuskan napas), berlatih napas menggunakan pernapasan perut, dan relaksasi visualisasi dengan membayangkan berada di tempat yang nyaman tanpa tekanan.
Ini merupakan teknik yang dilakukan untuk menyadari sepenuhnya aktivitas saat ini. Langkahnya dimulai dari meluangkan waktu dan ambil posisi yang nyaman. Setelah itu, fokuskanlah pikiran dan kesadaran pada keadaan saat ini, rasakan sebanyak mungkin indera-indera yang ada, amati pikiran dan perasaan yang ada saat ini, lalu terima semua perasaan yang ada tanpa berprasangka buruk terhadap perasaan tersebut.
Journaling dapat mengalirkan pikiran, perasaan, dan keinginan melalui tulisan. Saat Anda melakukan journaling cobalah lakukan beberapa hal, di antaranya tuliskan perasaan yang muncul dan beri nilai dari 0-10. Semakin intens perasaan yang muncul, maka nilainya semakin tinggi; tuliskan hal yang ingin atau akan dilakukan; dan tuliskan sudut pandang baru yang mampu memberdayakan dan menenangkan pikiran.
Butterfly hug merupakan teknik mengelola emosi yang terbukti dapat meredakan stres dan depresi. Teknik ini dilakukan dengan postur memeluk dan menepuk-nepuk diri sendiri sambil fokus pada pernapasan.
Grounding atau teknik 5-4-3-2-1 merupakan teknik terapi yang dapat mengatasi rasa cemas, sedih, dan marah dengan mengalihkan perasaan negatif ke pancaindra.
Berikut beberapa langkah untuk melakukan grounding dengan teknik 5-4-3-2-1:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Huawei MatePad Pro Max siap meluncur dengan RAM hingga 20GB, layar OLED 144Hz, dan baterai 10.400 mAh.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.