Gempa NTT: Telkom Akses Gercep Turunkan 150 Teknisi, Layanan Siaga 24 Jam
TelkomGroup Prioritaskan Stabilitas Jaringan Selama Fase Normalisasi Pascabencana
Ilustrasi dokter cilik./ Ist-dok. idikotim.irg
ATAMBUA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Atambua aktif melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai program, salah satunya adalah Program Anak Siaga Rawat Luka.
Program tersebut merupakan sebuah program edukasi dan pelatihan yang dirancang khusus untuk anak-anak sekolah dasar di Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak tentang pentingnya pertolongan pertama pada luka (P3K) dan cara merawat luka dengan tepat.
Melalui program ini, anak-anak akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menangani luka secara mandiri dan bertanggung jawab. Hal ini diharapkan dapat membantu anak-anak untuk terhindar dari komplikasi luka dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Menurut IDI Atambua ((idiatambua.org) pemahaman anak terkait siaga tanggap rawat luka sebagai bagian dari pendidikan kegawatdaruratan harus sudah dimulai sejak dini sehingga, anak-anak SD sampai nanti kemudian dia menjadi hidup di tengah-tengah masyarakat sudah memahami hal-hal yang terkait dengan emergency, salah satunya perawatan terhadap luka yang memang mungkin terjadi dalam setiap aktivitas mereka, baik itu di lingkungan masyarakat, di sekolah, maupun di tempat-tempat lain.
Berbagai program kesehatan lainnya bisa diakses di https://idiatambua.org/
Berikut Tips Anak Siaga Rawat Luka yang dibagikan IDI Atambua (idiatambua.org ):
Pastikan Keamanan
Sebelum menolong, pastikan lingkungan di sekitar aman. Misalnya, jangan menolong di tengah jalan atau di tempat berbahaya.
Tenangkan Diri dan Temanmu
Pastikan teman merasa aman, tidak merasa takut dan cemas dengan mengatakan, jangan khawatir aku akan membantumu
Bersihkan Luka dengan Benar
Jika ada kotoran di luka, gunakan air bersih untuk membasuhnya pelan-pelan. Kalau ada kain bersih, bisa juga digunakan untuk menutup luka.
Minta Bantuan Orang Dewasa
Setelah itu, segera panggil kakak, guru, atau orang tua untuk membantu lebih lanjut.
Dengan menjadi anak yang siaga dan tanggap, kamu sudah membantu orang lain merasa aman dan nyaman. Yuk, kita terus belajar dan berlatih supaya bisa menjadi pahlawan kecil yang selalu siap menolong!
Pendidikan pertolongan pertama pada kecelakaan dalam Program Anak Siaga Tanggap Rawat Luka mencakup penjelasan mengenai penanganan luka. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TelkomGroup Prioritaskan Stabilitas Jaringan Selama Fase Normalisasi Pascabencana
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.
Wisata dan pembangunan di hulu Gajah Wong Sleman dinilai perlu memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjaga air dan ekosistem.
Guru PPPK mendapat kesempatan ikut seleksi CPNS 2027. Pemerintah menegaskan prosesnya melalui seleksi, bukan pengangkatan otomatis.