Meriah, Pesepeda dari Berbagai Daerah Meriahkan Parade KLIC Fest 2026
Peserta berkeliling kawasan candi berlanjut ke sejumlah desa di Kecamatan Prambanan. Peserta berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali hingga Sulawesi
Ilustrasi dokter cilik./ Ist-dok. idikotim.irg
ATAMBUA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Atambua aktif melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai program, salah satunya adalah Program Anak Siaga Rawat Luka.
Program tersebut merupakan sebuah program edukasi dan pelatihan yang dirancang khusus untuk anak-anak sekolah dasar di Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak tentang pentingnya pertolongan pertama pada luka (P3K) dan cara merawat luka dengan tepat.
Melalui program ini, anak-anak akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menangani luka secara mandiri dan bertanggung jawab. Hal ini diharapkan dapat membantu anak-anak untuk terhindar dari komplikasi luka dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Menurut IDI Atambua ((idiatambua.org) pemahaman anak terkait siaga tanggap rawat luka sebagai bagian dari pendidikan kegawatdaruratan harus sudah dimulai sejak dini sehingga, anak-anak SD sampai nanti kemudian dia menjadi hidup di tengah-tengah masyarakat sudah memahami hal-hal yang terkait dengan emergency, salah satunya perawatan terhadap luka yang memang mungkin terjadi dalam setiap aktivitas mereka, baik itu di lingkungan masyarakat, di sekolah, maupun di tempat-tempat lain.
Berbagai program kesehatan lainnya bisa diakses di https://idiatambua.org/
Berikut Tips Anak Siaga Rawat Luka yang dibagikan IDI Atambua (idiatambua.org ):
Pastikan Keamanan
Sebelum menolong, pastikan lingkungan di sekitar aman. Misalnya, jangan menolong di tengah jalan atau di tempat berbahaya.
Tenangkan Diri dan Temanmu
Pastikan teman merasa aman, tidak merasa takut dan cemas dengan mengatakan, jangan khawatir aku akan membantumu
Bersihkan Luka dengan Benar
Jika ada kotoran di luka, gunakan air bersih untuk membasuhnya pelan-pelan. Kalau ada kain bersih, bisa juga digunakan untuk menutup luka.
Minta Bantuan Orang Dewasa
Setelah itu, segera panggil kakak, guru, atau orang tua untuk membantu lebih lanjut.
Dengan menjadi anak yang siaga dan tanggap, kamu sudah membantu orang lain merasa aman dan nyaman. Yuk, kita terus belajar dan berlatih supaya bisa menjadi pahlawan kecil yang selalu siap menolong!
Pendidikan pertolongan pertama pada kecelakaan dalam Program Anak Siaga Tanggap Rawat Luka mencakup penjelasan mengenai penanganan luka. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peserta berkeliling kawasan candi berlanjut ke sejumlah desa di Kecamatan Prambanan. Peserta berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali hingga Sulawesi
SUV Voyah Taishan X8 viral setelah melompat 20 meter dalam uji ekstrem dan tetap aman usai benturan keras.
Menaker Yassierli merespons ancaman PHK akibat rupiah melemah. Pemerintah siapkan langkah antisipasi dan Satgas PHK.
Presiden Prabowo dijadwalkan salat Iduladha di KBRI Paris dan bertemu WNI dalam kunjungan resmi kenegaraan ke Prancis.
Safety Riding Short Movie Contest 2026 resmi dibuka. Yayasan AHM ajak Gen Z kampanyekan keselamatan berkendara lewat video kreatif.
Pemkot Jogja melarang penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban Iduladha 2026 demi menekan sampah di Kota Jogja.