FK-KMK UGM Gelar Summer Course 2026, Bahas Kesehatan Tangguh Bencana
FK-KMK UGM menggelar Summer Course 2026 bertema sistem kesehatan tangguh bencana yang diikuti 81 peserta dari 11 negara.
Ilustrasi dokter cilik./ Ist-dok. idikotim.irg
ATAMBUA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Atambua aktif melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai program, salah satunya adalah Program Anak Siaga Rawat Luka.
Program tersebut merupakan sebuah program edukasi dan pelatihan yang dirancang khusus untuk anak-anak sekolah dasar di Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak tentang pentingnya pertolongan pertama pada luka (P3K) dan cara merawat luka dengan tepat.
Melalui program ini, anak-anak akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menangani luka secara mandiri dan bertanggung jawab. Hal ini diharapkan dapat membantu anak-anak untuk terhindar dari komplikasi luka dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Menurut IDI Atambua ((idiatambua.org) pemahaman anak terkait siaga tanggap rawat luka sebagai bagian dari pendidikan kegawatdaruratan harus sudah dimulai sejak dini sehingga, anak-anak SD sampai nanti kemudian dia menjadi hidup di tengah-tengah masyarakat sudah memahami hal-hal yang terkait dengan emergency, salah satunya perawatan terhadap luka yang memang mungkin terjadi dalam setiap aktivitas mereka, baik itu di lingkungan masyarakat, di sekolah, maupun di tempat-tempat lain.
Berbagai program kesehatan lainnya bisa diakses di https://idiatambua.org/
Berikut Tips Anak Siaga Rawat Luka yang dibagikan IDI Atambua (idiatambua.org ):
Pastikan Keamanan
Sebelum menolong, pastikan lingkungan di sekitar aman. Misalnya, jangan menolong di tengah jalan atau di tempat berbahaya.
Tenangkan Diri dan Temanmu
Pastikan teman merasa aman, tidak merasa takut dan cemas dengan mengatakan, jangan khawatir aku akan membantumu
Bersihkan Luka dengan Benar
Jika ada kotoran di luka, gunakan air bersih untuk membasuhnya pelan-pelan. Kalau ada kain bersih, bisa juga digunakan untuk menutup luka.
Minta Bantuan Orang Dewasa
Setelah itu, segera panggil kakak, guru, atau orang tua untuk membantu lebih lanjut.
Dengan menjadi anak yang siaga dan tanggap, kamu sudah membantu orang lain merasa aman dan nyaman. Yuk, kita terus belajar dan berlatih supaya bisa menjadi pahlawan kecil yang selalu siap menolong!
Pendidikan pertolongan pertama pada kecelakaan dalam Program Anak Siaga Tanggap Rawat Luka mencakup penjelasan mengenai penanganan luka. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FK-KMK UGM menggelar Summer Course 2026 bertema sistem kesehatan tangguh bencana yang diikuti 81 peserta dari 11 negara.
Presiden Prabowo meresmikan pembangunan Blok Masela senilai Rp376,02 triliun yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 hingga 2030.
Pemkab Sleman mengevaluasi studi kelayakan proyek KPBU lampu jalan. Konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027 untuk pemerataan penerangan.
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul berencana menyambungkan potensi wisata di wilayahnya dengan sektor industri agar kian maksimal.
Kejagung memastikan FA dan DR tetap berstatus tersangka meski penanganan tiga perkara dugaan korupsi dialihkan dari Polri ke Kejagung.
Kasus anak di Pleret mendapat perhatian DPRD Bantul. Proses hukum, pendampingan psikologis, dan perlindungan korban diminta berjalan optimal.