FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Diabetes - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Lelaki lebih rentan terjangkit diabetes tipe 1 dan 2 dibanding perempuan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Karolinska Institut di Stockholm, Swedia hal ini disebabkan oleh hambatan lipolisis sel lemak sehingga proses metabolisme lemak kurang efisien.
Dilansir Medical News Today, Senin (20/5/2024) penelitian ini pertama kali diunggah di Jurnal Internasional Obesitas pada bulan Maret 2024. Dalam penelitian tersebut, para peneliti menguji 2.344 wanita dan 787 pria untuk mengetahui Indikator Pengukuran Berat Badan (BMI), usia, penyakit kardiometabolic, dan penggunaan tembakau.
Dari angka tersebut, 259 wanita dan 54 pria di antaranya diuji sampel lemak subkutan dari area perut. Lalu, pada pengujian darah menunjukkan bahwa pria memiliki kadar asam lemak dan nilai insulin lebih tinggi dibanding wanita, tapi peningkatan ini hanya terjadi bagi yang mengalami obesitas.
“Kelompok penelitian kami telah tertarik mempelajari berbagai aspek resistensi insulin pada jaringan adiposa selama beberapa tahun. Diketahui bahwa terdapat perbedaan jenis kelamin antara pria dan wanita serta terkena diabetes tipe 2," kata peneliti dari Karolinska.
Hasil penelitian menyebutkan mekanisme yang mendasar perbedaan risiko berdasarkan jenis kelamin dan dampak resistensi insulin lokal pada jaringan adiposa belum sepenuhnya dipahami.
Institutet, Daniel Andersson kepada Medical News Today, dikutip pada Senin (20/5/2024). Para peneliti menemukan perbedaan tingkat lipolisis dan lipogenesis serta sensitivitas antara pria dan wanita yang mengalami obesitas.
BACA JUGA: Hindari Antraks dan PMK Saat Iduladha, Hewan Masuk ke Kota Jogja Harus Punya SKKH
Jaringan adiposa pada wanita yang menderita obesitas memiliki sensitivitas insulin 10 kali lebih tinggi dibandingkan pria, tapi pada sel lemak yang diambil dari pria dengan riwayat obesitas menunjukkan tingkat lipolisis dua kali lipat dibandingkan wanita.
Penyebaran lemak pada pria yang mengalami obesitas memiliki kaitan terhadap tingginya resistensi insulin. Penelitian ini juga mengamati mRNA yang terdapat dalam sel lemak untuk menentukan gen mana yang paling dominan.
Selain penelitian ini, dalam Journal of Epidemiological Community Health juga menunjukkan bahwa pria berisiko besar memiliki riwayat komplikasi diabetes tipe 1 dan 2.
Seperti analisis kohort terhadap 25.713 pria dan perempuan berusia di atas 45 tahun, dampak dari diabetes menyebabkan komplikasi serius. Sebesar 51% pria berisiko tinggi terjangkit penyakit kardiovaskular, 55% penyakit ginjal, dan 14% peningkatan risiko retinopati diabetik.
Tak hanya itu, komplikasi lain juga dapat terjadi seperti amputasi kaki, stroke, masalah penglihatan, hingga penyakit jantung. Pada jangka panjang, pria akan mengalami disfungsi ereksi akibat rusaknya pembuluh darah dan saraf.
Dilansir National Library of Medicine, diperkirakan 17,7 jura pria lebih rentan terserang diabetes dibandingkan perempuan. Kondisi ini juga tidak lepas dari meningkatnya komplikasi pada pria.
Namun, perbedaan tingkat komplikasi antara pria dan wanita tetap bisa terjadi terlepas dari penyakit diabetes.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.