Polemik Pagar Laut, Prabowo Perintahkan untuk Dicabut, Muhammadiyah Tempuh Jalur Hukum
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatan ada dua perintah yang disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo terkait penyelesaian masalah pagar laut
Ilustrasi gigi yang sehat. Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kopi kini sudah menjadi minuman yang digemari oleh banyak kalangan mulai dari remaja hingga dewasa. Mengonsumsi kopi menjadi salah satu tren yang diikuti oleh banyak orang, hingga menjadi minuman wajib bagi Gen Z.
Anda dapat menemukan minuman tersebut dalam kafe, minimarket, bahkan tempat-tempat lain yang berada di sudut kota.
Kopi memiliki cita rasa yang khas yaitu manis, pahit, dan creamy yang seimbang. Hal tersebut yang membuat masyarakat tertarik untuk mengonsumsi kopi setiap hari.
Namun, benarkah bahwa konsumsi kopi dapat membuat gigi menjadi kuning? Hal ini terlebih karena Kopi memiliki kandungan kafein dan polifenol.
Dilansir dari healthline.com, polifenol mampu mengatasi masalah pada penyakit jantung, menurunkan kadar gula darah, dan lainnya.
Namun, salah satu bahan kandungan dari polifenol yang dapat menyebabkan timbulnya noda pada gigi.
Kandungan tersebut adalah tanin yang merupakan jenis polifenol terurai di dalam air. Tanin menjadi senyawa yang menempel dan menyebabkan noda kuning di sekitar gigi. Jika tanin sudah terlalu lama menempel pada gigi, maka warna asli dari gigi tersebut akan memudar.
Jadi, dapat dinyatakan secara jelas bahwa kopi dapat membuat gigi menjadi kuning. Konsumsi kopi secara terus menerus akan membuat gigi rusak dan bernoda, hingga menyebabkan kerusakan yang cukup fatal.
Konsumsi kopi tidak dapat dilakukan setiap hari, apabila Anda ingin kesehatan gigi dapat terjaga dengan baik.
BACA JUGA: Aplikasi Gigi Kecil Untuk Edukasi Kesehatan Gigi Anak, Apa Keunggulannya?
Kerusakan pada gigi disebabkan oleh sifat asam dari kopi yang membuat enamel gigi menjadi lunak dan terjadinya pengikisan secara cepat. Hal tersebut akan memicu terjadinya gigi berlubang dan kerusakan lainnya yang dapat mengganggu aktivitas makan.
Rusaknya enamel pada gigi, membuat penurunan fungsi dan membuat rasa ngilu yang berlebihan. Jika hal tersebut terjadi pada Anda, maka hindari konsumsi minuman dingin yang akan memengaruhi kondisi buruk pada kesehatan gigi.
Munculnya noda kuning pada gigi juga diperkuat oleh adanya konsumsi gula, krimer, dan bahan pemanis lainnya yang digunakan dalam pembuatan kopi. Minuman kopi selalu disajikan dalam kondisi manis, panas, dan dingin.
Hal tersebut yang membuat kondisi gigi semakin buruk dan fungsinya tidak akan sama seperti sebelumnya. Efek dari kafein pun akan membuat tubuh merasa stres dan tidak dapat tidur secara nyenyak.
Tanpa disadari, kafein akan membuat efek sleep bruxism atau menggertakan dan menggesekan gigi satu sama lain. Hal tersebut akan membuat gigi mudah terkikis dan berlubang. Jadi, kesimpulan yang dapat diberikan adalah keberadaan tanin menjadi pemicu utama dari munculnya noda kusam dan membuat gigi terlihat kuning.
Pemicu lainnya disebabkan oleh konsumsi gula dan bahan pemanis lainnya, yang berdampak secara langsung terhadap warna dan kesehatan pada gigi. Dalam konteks tersebut, Anda harus membatasi konsumsi kopi setiap hari, supaya kesehatan gigi tetap bersih dan nyaman.
Bagi Anda yang termasuk pencinta minuman kopi, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi noda kuning pada gigi, yaitu:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatan ada dua perintah yang disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo terkait penyelesaian masalah pagar laut
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.