Jadwal SIM Keliling Jogja Hari Ini Sabtu 23 Mei 2026
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo saat menghadiri pemutaran perdana film Mendung Tanpo Udan, Sabtu (17/2/2024) malam. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan penggemar sinema mengikuti pemutaran perdana film Mendung Tanpo Udan di XXI, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Jogja, Sabtu (17/2/2024) malam. Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo turut menghadiri pemutaran film tersebut dan mengajak masyarakat untuk menonton. Selain menghibur, film ini memiliki nuansa yang kental dengan suasana dan budaya Jogja.
Film ini di adaptasi dari lagu dan novel yang berjudul Mendung Tanpo Udan ciptaan Kukuh Prasetya dengan durasi 101 menit dan disutradarai oleh Kris Budiman. Sejumlah pemeran film ini antara lain Erick Estrada sebagai Udan, Yunita Siregar sebagai Mendung, Aulia Deas memerankan Petri, Kery Astina sebagai Awan, Marcell Darwin sebagai Will, Bimacho memainkan Mas Joss.
BACA JUGA : Lagu Mendung Tanpo Udan Dijadikan Film, Tayang di Akhir Tahun
Selain itu ada Migga Sadewa sebagai Bejo, Kaisar Kumis as Gento, Kukuh Prasetya memainkan peran Kukuh Kudamai, Narpati Awangga "Oom Leo" sebagai Mas Tommy, Wijil Rachmadhani sebagai Regina, Yati Pesek berperan sebagai Bu Retno dan Jenda sebagai Sangit.
Film yang diproduseri oleh Muhammad Hananto ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 29 Februari 2024 mendatang. Dalam pemutaran perdana tersebut dihadirkan para pemeran film untuk berdialog dengan penonton.
"Film ini membutuhkan waktu syuting sekitar 17 hari dengan lokasi di Kota Jogja, Bantul dan Kulonprogo. Untuk persiapan pra produksi sekitar tiga bulan," kata Sutradara Kris Budiman.
Film ini mengisahkan perjalanan Mendung dan Udan merupakan sepasang kekasih dengan berbagai macam perbedaan. Udan adalah seorang mahasiswa seni idealis yang bercita-cita menjadi seorang penyanyi, sedangkan Mendung seorang mahasiswi farmasi yang bercita-cita menjadi seorang wanita karier.
Mendung sangat peduli akan penampilannya karena didorong oleh lingkungan pergaulannya. Perbedaan tersebut menciptakan konflik kecil di antara Mendung dan Udan. Seiring bertambahnya usia, perbedaan tadi menciptakan konflik yang makin serius di antara keduanya.
Mendung lulus kuliah lebih dahulu dan memulai karier di dunia kerja, sedangkan Udan masih berkutat dengan kehidupan kampusnya karena tidak kunjung tuntas kuliahnya. "Semoga film ini bisa diterima masyarakat, bisa menghibur penonton," kata Erick Estrada.
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengapresiasi karya film Mendung Tanpo Udan yang secara tidak langsung menjadi salah satu media promosi Jogja. Mengingat berbagai setting dalam film tersebut berada di sejumlah tempat di Jogja. Tak hanya itu bahasa yang digunakan pun bahasa Jawa yang kental dengan Jogja.
"Wajib ditonton, kami apresiasi, ini karya film sangat membanggakan. Film ini akan menjadi promosi Jogja, bagaimana bahasa Jawa bisa dikenal banyak orang di luar Jawa, dari awalnya tidak tahu, menjadi tahu karena menonton film ini," ujarnya.
Singgih menegaskan melalui karya tersebut, maka sudah seharusnya film Mendung Tanpo Udan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. "Budaya Jogja banyak dikenalkan melalui film ini, ini karya ekonomi kreatif yan harus kita dukung, semua dari Jogja, penulis lirik, lagu, sineas dan tim kreatif," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Trump dikabarkan mempertimbangkan serangan baru ke Iran di tengah negosiasi diplomatik dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah.
Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan di tengah gejolak global saat menghadiri panen raya udang di Kebumen.
Mini Museum PSS Sleman hadir di Stadion Maguwoharjo, menyajikan perjalanan 50 tahun Super Elja lewat koleksi bersejarah.
Kecelakaan bus dan truk di Tol Cipali Cirebon menyebabkan satu penumpang tewas dan dua lainnya luka-luka pada Sabtu dini hari.
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.