10 Tips Hemat BBM untuk Mobil Matic, Bensin Lebih Irit
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Ilustrasi/Telegraph.co.uk
Harianjogja.com, JAKARTA—Telepon sambil berjalan bisa dilakukan siapa saja, terlebih saat kesibukan melanda. Namun jika terus dibiasakan, kondisi ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker.
Alasannya, dikutip dari Times of India, karena saat kita bergerak, ponsel kita terus mencari dan terhubung ke sinyal, menghasilkan emisi radiasi dengan tingkat yang lebih tinggi.
Paparan radiasi yang berkepanjangan ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi implikasi kesehatan.
Dr. Mandeep Singh Malhotra, Onkologi, CK Birla Hospital (R), Delhi mengatakan, ponsel memancarkan radiasi elektromagnetik dalam bentuk gelombang frekuensi radio, dan paparan gelombang ini dalam waktu lama, terutama saat didekatkan ke tubuh, telah dikaitkan dengan potensi risiko kesehatan, termasuk kanker.
Penelitian yang sedang berlangsung menggali korelasi antara penggunaan ponsel dan perkembangan tumor otak, khususnya glioma dan neuroma akustik. Meskipun bukti tetap tidak meyakinkan, beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan hubungan, terutama dengan penggunaan jangka panjang dan berat.”
Baca juga: Puluhan Maba UPN Jogja Keracunan Massal, Ini Tanggapan Pihak Rektorat
Namun, bukan hanya kanker saja yang harus kita waspadai. Terlibat dalam percakapan telepon atau SMS sambil berjalan mengalihkan perhatian dari sekitar kita, meningkatkan risiko kecelakaan, jatuh, dan tabrakan.
Selain itu, menatap layar ponsel dalam waktu lama berkontribusi pada ketegangan mata digital, yang menyebabkan ketidaknyamanan dan sakit kepala.
Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar ponsel mengganggu produksi melatonin, hormon penting untuk tidur yang sehat. Akibatnya, menggunakan ponsel sebelum tidur dapat menyebabkan gangguan tidur dan insomnia.
Implikasinya melampaui individu untuk generasi muda kita. Anak-anak dan remaja, dengan otak dan tubuh mereka yang sedang berkembang, lebih rentan terhadap potensi efek radiasi.
Dampak jangka panjang dari penggunaan ponsel secara ekstensif pada demografis ini masih dipelajari.
Sementara konsensus ilmiah belum secara definitif menetapkan hubungan antara radiasi ponsel dan efek kesehatan yang merugikan, sebaiknya berhati-hati.
Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengklasifikasikan medan elektromagnetik frekuensi radio sebagai "kemungkinan karsinogenik bagi manusia," berdasarkan bukti terbatas dari hubungan potensial dengan tumor otak.
Kebiasaan penggunaan telepon, pakai hands free dan menjaga jarak dengan ponsel dapat membantu mengurangi risiko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia
JLR mengonfirmasi Land Rover Discovery Sport akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah 11 tahun beredar. Regulasi baru Uni Eropa dan penurunan penjual
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.
WhatsApp Web tidak bisa dibuka, gagal login, atau pesan tidak terkirim? Simak tujuh cara mudah mengatasi WhatsApp Web error agar kembali normal.
Lima wakil Indonesia memulai perjuangan di Taipei Open 2026. Sorotan tertuju pada debut pasangan baru Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu di sektor ganda cam