Meriah! Festival Balon Udara di Solo Disambut Antusias
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Seragam sekolah SD dan SMP - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SOLO—Salah satu anak artis Indonesia, MA, akhirnya mengakui jika dirinya hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat sekolah dasar (SD). Ia tidak pernah mengikuti homeschooling seperti yang selama ini diakuinya. Simak ulasannya di kabar artis kali ini.
Gadis 17 tahun ini meminta maaf karena selama ini telah membohongi publik dengan mengikuti skenario yang dibuat ibu kandungnya. “Aku mau minta maaf ke seluruh netizen, aku udah bohongin kalian,” ujar MA saat menjadi bintang tamu di salah satu podcast dikutip pada Minggu (6/8/2023).
BACA JUGA: Tujuh SD Diperbaiki Tahun Ini
“Aku klarifikasi tentang homeschooling tapi ternyata itu enggak benar. Karena di situ aku enggak mau menjatuhkan mami aku dan sesuatu yang buruk terjadi padanya,” jelasnya.
Padahal, anak artis MA ini hanya sekolah hingga kelas VI SD. “Aku udah keluar dari sekolah semenjak VI SD, selesai SD tuh aku udah enggak sekolah. Tapi setahu aku sebab adanya masalah ini, jadi aku nggak sekolah, gitu,” kata dia.
Pernyataannya tersebut sontak membuat sang pembawa acara podcast pun kaget. Ia pun menanyakan kembali perihal homeschooling yang sebelumnya pernah diungkap oleh ibundanya. Selama ini sang ibunda kerap menyebut dirinya banting tukang demi mencari uang untuk sekolah anak-anaknya.
“Aku pernah homeschooling pas kayak tahun-tahun SD gitu. Setelah SD enggak ada sekolah,” jawab MA.
MA beralasan dirinya berbohong masih sekolah dengan cara homeschooling demi menghargai dan menjaga nama baik ibunya. Apalagi sang ibu selalu membanggakan sekolah putrinya ke publik.
Namun akhirnya dia tidak tahan untuk mengungkap fakta sebenarnya karena sang ibu selalu berbohong. “Aku enggak mau menjelekkan mami, tapi karena ada masalah ini aku speak up ke media dan dengar pernyaataan mami, aku ngerasa itu bohong,” tutur dia.
Ditanya apa penyebab MA tidak melanjutkan sekolah lagi, dia mengaku tak tahu alasan sang ibunda tak lagi menyekolahkannya. Ia menduga hal itu karena adanya kasus pelecehan seksual.
Menurutnya, setelah kasus pelecehan seksual itu, keluarganya jadi berantakan. Apalagi sang ibu lebih memilih mendukung sang suami dibanding mengurus anaknya. “Aku enggak tahu tapi kemungkinan karena tadinya mau perpindahan sekolah tapi terhambat karena adanya masalah ini. sSejak masalah ini keluarga aku jadi berantakan, dan mungkin kayak gak ada kesempatan untuk mami urus sekolah,” tandasnya.
Kendati demikian MA mengaku masih bersemangat untuk meneruskan kembali sekolahnya yang terputus. Dia mengaku ingin mengikuti Kejar Paket agar bisa mengejar ketertinggalannya selama ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja terbaru 23 Mei 2026. Tarif Rp8.000, rute Palur–Tugu, cocok untuk komuter dan wisata.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.