Kisah Darmo, Tukang Salon Sapi yang Bertahan Puluhan Tahun
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Dewi Perssik/Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA—Pedangdut Dewi Perssik mengungkapkan permasalahan terkait sapi kurban dirinya yang sempat ditolak ketua RT sudah beres. Hal itu diungkapkannya melalui unggahan di Instagramnya pada Rabu (28/6/2023).
BACA JUGA: Miris, Ditolak Berkurban, Dewi Perssik Malah Diminta Rp100 Juta
“Alhamdulillah sudah beres sm pak ustad… tinggal pak RT belum ketemu saya. Tolong jangan bicara politik disini, saya tidak tau politik, saya taunya berkurban sapi bukan berkurban perasaan,” demikian tulis pemilik goyang gergaji itu dikutip dari Instagramnya pada Kamis (29/6/2023).
Sebelumnya pada Rabu lalu, pembawa acara Pagi-Pagi Ambyar ini membagikan kejadian kurang menyenangkan.
“Bapak RT lebak bulus 2 RT 4 RW 6 tidak menerima daging kurban dr dewi perssik, katanya warganya sudah banyak daging kurbannya jadi tidak butuh. sampe membentak ART2 dan driver saya. dan kalaupun mau dibantuin sapinya harus bayar 100 juta. Gitu versi dari ART2, asisten, security dan supir saya. Bahkan nantangin saya pak RTNya. Berani sekali anda nyuruh art2 sy utk disampaikan ke saya, apa krn bertetangga sm pak anies baswedan anda ?” demikian tulisnya di Instagram.
Dewi Perssik menjelaskan alasan ketua RT menolak sapi kurban darinya lantaran karena warga tidak butuh daging kurban. Setelah ditolak, Dewi Perssik menyebut bahwa Ketua RT malah meminta uang sebanyak Rp100 juta jika dirinya ingin tetap berkurban di lingkungan tempat tinggalnya tersebut.
Kini permasalahan tersebut menurutnya telah selesai. Warganet pun memberikan komentar beragam atas unggahan pelantun Indah Pada Waktunya itu.
“Di Karawang aj mami ,Disni jarang ad yg kurban,” tulis @julia_***.
“Kirim kejepara aja mami,” tulis @luna***.
“Lebihh baik kurban sapi yah mih ada manfaatnya dari pada kurban perasaan ,” tulis @terry***.
“Kurban di pemukiman kolong aja . Denger denger kan katanya belum pernah merasakan kurban.,” tulis @amry_***.
“Kalo mau berkurban jangan di JKT deh mbak, ribet, bawa ke jember aja,” tulis @hanuna***.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.
Kinerja perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global. Kredit tumbuh 9,49% dan bank BUMN jadi penopang utama ekonomi.
Ingin merencanakan kehamilan? Simak faktor penting seperti usia, kesehatan, dan gaya hidup yang memengaruhi kesuburan.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.