13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Petani menunjukkan panen kacang tanah di Gunungkidul./Harian Jogja-Dok
Harianjogja.com, JOGJA—Jerawat bisa terjadi karena faktor eksternal seperti debu, kotoran, polusi, atau paparan sinar matahari. Sementara faktor internal seperti permasalahan hormon di kulit atau tubuh, dehidrasi, stres, dan asupan makanan.
Asupan makanan yakni kacang kerap kali dikaitkan sebagai penyebab munculnya jerawat karena kadar lemak yang cukup tinggi pada kacang. Kandungan lemak kacang ini disebut menyebabkan penumpukan dan penyumbatan lemak pada pori-pori kulit sehingga menimbulkan jerawat
Meski demikian kandungan lemak pada kacang termasuk tinggi lemak "baik" atau lemak tak jenuh. Selain itu terdapat pula polifenol atau antioksidan alami, magnesium, folat, vitamin E, selenium, arginin, dan serat.
Kandungan tersebut diketahui mampu melindungi sel-sel dari kerusakan termasuk risiko terinfeksi bakteri penyebab jerawat dan dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Baca juga: Jajal Pesona Gunung Ireng Gunungkidul, Spotnya Melamun di Atas Bukit
Singkatnya kacang memicu jerawat adalah mitos belaka. Lantas, kenapa saat makan kacang jerawat muncul di keesokan harinya?
Menurut Medical News Today, hal itu bisa saja terjadi jika terdapat gula tambahan pada kacang olahan maupun ketidakseimbangan atau tingginya kadar asam lemak omega 6 pada tubuh bisa menjadi salah satu penyebab jerawat beberapa orang memburuk.
Namun umumnya, jerawat disebabkan oleh produksi minyak berlebih, pengelupasan sel kulit mati, menumpuknya bakteri atau kotoran pada kulit, hingga perubahan hormon saat memasuki usia remaja atau pada ibu hamil sehingga memicu jerawat semakin parah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.