Piala Dunia 2026, Siswa Meksiko Libur Sekolah 3 Bulan
Pemerintah Meksiko mempercepat libur sekolah demi Piala Dunia 2026. Siswa akan menikmati masa libur hampir tiga bulan.
Jerawat - overcomepcos.com
Harianjogja.com, JOGJA—Musuh permasalah kulit wajah sejuta umat adalah jerawat. Meskipun kecil namun menyakitkan dan kehadirannya mampu merusak tampilan wajah.
Jerawat begitu sulit ditangani, termasuk cara menghilangkan bekasnya.
Beberapa penyebab jerawat umumnya karena penumpukkan debu atau kotoran di wajah misalnya membiarkan riasan semalaman, produk perawatan wajah yang tidak cocok, gaya hidup yang tidak sehat, dan sejumlah penyebab lainnya.
Salah satu penyebab lainnya ialah akibat hormon tepatnya perubahan antara hormon estrogen, progesteron, ataupun testosteron pada tubuh sehingga terjadi peningkatan jumlah minyak pada wajah.
Tak seperti jerawat biasa, jerawat hormonal tak hanya perkara siklus menstruasi namun perubahan hormon tersebut dapat dipicu pula oleh pola tidur, mengonsumsi pil KB, serta tingkat stres.
Baca juga: Radiasi Sinar UV Ekstrem Melanda Wilayah Indonesia, Catat Lokasinya
Mengetahui perbedaan jerawat dapat mempermudah untuk menangani permasalahan kulit wajah ini. Sejumlah hal yang dapat diperhatikan untuk mengenali jerawat hormonal ialah sebagai berikut:
- Umumnya terjadi pada wanita
Meski tidak terbatas pada wanita atau pria saja, namun jerawat hormonal sebagian besar terjadi pada wanita terutama saat hamil maupun wanita yang mengalami menopause.
Melansir dari Healthline seorang yang memiliki kulit berminyak serta rentan berjerawat selama usia 20 hingga 30-an berpotensi akan mengalami jerawat hormonal hingga masa menopause.
- Lokasi munculnya jerawat hormonal
Cara pertama yang paling mudah untuk mengenali jerawat hormonal ialah lokasi munculnya jerawat, waspada jika jerawat muncul di bagian garis rahang, leher, punggung, bahu, dan dada.
- Identifikasi bentuk jerawat hormonal
Cara selanjutnya yakni dengan mengidentifikasi bentuk jerawat hormonal. Jenis jerawat ini biasanya akan menyebabkan lesi atau merusak jaringan kulit hingga meradang dan menjadi merah, nyeri atau perih dan biasanya muncul di area pipi.
Selain itu jerawat hormonal dapat diidentifikasi menilai dari adanya komedo atau komedo putih, papula dimana jaringan kulit terangkat dengan diameter sekitar 2-5 mm, pustula yakni benjolan kulit berisi nanah, berdiameter sekitar 2-5 mm. Hingga kista, sebuah kantong di bawah kulit yang berisi cairan.
- Cara menanganinya
Berbeda dengan jerawat biasa, kondisi kulit kali ini dapat diredakan misalnya seperti mengonsumsi pil KB untuk membantu menstabilkan kadar hormon, Spironolakton obat yang kerap kali digunakan salah satunya untuk menstabilkan hormon dan menurunkan kadar testosteron, konsisten dengan rutinitas skincare, pilihlah produk perawatan yang non-komedogenik, serta turut jaga pola hidup sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Meksiko mempercepat libur sekolah demi Piala Dunia 2026. Siswa akan menikmati masa libur hampir tiga bulan.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.