Laba Taspen Turun 16,1 Persen Jadi Rp1,04 Triliun, Ini Penyebabnya
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Seorang perempuan sedang bersendawa. Sendawa bisa menjadi tanda gangguan sistem saraf pada tubuh./ Ilustrasi-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Bersendawa adalah cara alami tubuh untuk mendetoksifikasi atau membuang gas berlebih sehingga bersendawa merupakan hal yang normal bagi setiap orang.
Dilansir dari Healthline, Rabu (31/5/2023), sendawa merupakan hasil dari udara yang tertelan yang menumpuk di kerongkongan, tabung yang menghubungkan tenggorokan ke perut.
Adapun hal itu terjadi karena kebiasaan Anda yang suka minum atau makan terlalu cepat, berbicara saat Anda makan, mengunyah dengan gigi palsu yang tidak pas, mengonsumsi minuman berkarbonasi, merokok, mengisap permen yang keras, dan mengunyah permen karet.
Selain itu, adapun gejala lainnya yang meliputi aerophagia yang dapat terjadi saat Anda menelan udara karena gugup, radang lapisan perut, GERD, dan refluks asam yang dapat meningkatkan frekuensi menelan. Sendawa yang terjadi secara terus-menerus atau berlebihan dapat mengganggu orang-orang di sekitar Anda.
Minuman berkarbonasi seperti soda dan air soda mengandung gas karbon dioksida yang dapat memicu sendawa. Namun, Anda tetap bisa mengonsumsi minuman berkarbonasi dengan meminumnya secara perlahan sehingga gas dapat keluar sebelum ditelan.
Sendawa dapat disebabkan oleh kebiasaan makan dan minum Anda yang terlalu cepat. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengunyah makanan dengan seksama sebelum menelannya. Mengunyah makanan yang Anda konsumsi dengan baik akan membantu memecah makanan sehingga proses pencernaan Anda lancar.
Ternyata, kebiasaan Anda yang suka memakan permen karet menyebabkan Anda lebih sering bersendawa karena Anda menelan udara. Jika Anda bersendawa terus-menerus, cobalah untuk mengurangi kebiasaan ini atau pilih alternatif yang bebas gula.
Adapun makanan yang memicu sendawa berlebihan atau terus-menerus seperti kacang-kacangan, lentil, kubis, bawang, dan rempah-rempah. Jika Anda mencurigai bahwa makanan tertentu dapat menyebabkan sendawa berlebihan, pertimbangkan untuk mengurangi tingkat konsumsi tersebut.
Biasakan diri Anda untuk duduk tegak saat makan dapat mempengaruhi jumlah udara yang Anda telan. Hal ini dapat membantu mencegah penekanan pada perut sehingga mengurangi kemungkinan risiko sendawa.
Ternyata, stres juga menyebabkan sendawa karena mengganggu pencernaan. Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan latihan pernapasan dalam, meditasi, dan yoga. Selain itu, Anda juga perlu menemukan cara untuk mengatasi stres.
Hindari konsumsi makan berlebihan yang membuat perut Anda menjadi terlalu kenyang. Hal itu dilakukan untuk menghindari gangguan pencernaan dan penumpukan gas yang membuat Anda sendawa terlalu sering. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan secara bertahap dimulai dari mengurangi porsi makan, mendengarkan isyarat rasa lapar dan kenyang untuk menghindari makan berlebihan. (Sumber: Bisnis.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Pemkot Magelang menata kawasan Taman Kyai Langgeng untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan mendukung pelaku UMKM tanpa penggusuran.
DIY memperkuat pelaku industri batik melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk menjaga warisan dunia UNESCO dan pasar global.
Mahasiswa di Kota Jogja kehilangan motor Honda CBR 150 di rumah kos saat menghadiri kondangan. Polisi masih memburu dua pelaku yang terekam CCTV.
Kejaksaan Agung resmi menahan Don Ritto dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU PT Asabri usai pelimpahan perkara dari Polri.
Lima mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma mengembangkan inovasi layanan konseling berbasis Virtual Reality (VR)