Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Seorang perempuan sedang bersendawa. Sendawa bisa menjadi tanda gangguan sistem saraf pada tubuh./ Ilustrasi-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Bersendawa adalah cara alami tubuh untuk mendetoksifikasi atau membuang gas berlebih sehingga bersendawa merupakan hal yang normal bagi setiap orang.
Dilansir dari Healthline, Rabu (31/5/2023), sendawa merupakan hasil dari udara yang tertelan yang menumpuk di kerongkongan, tabung yang menghubungkan tenggorokan ke perut.
Adapun hal itu terjadi karena kebiasaan Anda yang suka minum atau makan terlalu cepat, berbicara saat Anda makan, mengunyah dengan gigi palsu yang tidak pas, mengonsumsi minuman berkarbonasi, merokok, mengisap permen yang keras, dan mengunyah permen karet.
Selain itu, adapun gejala lainnya yang meliputi aerophagia yang dapat terjadi saat Anda menelan udara karena gugup, radang lapisan perut, GERD, dan refluks asam yang dapat meningkatkan frekuensi menelan. Sendawa yang terjadi secara terus-menerus atau berlebihan dapat mengganggu orang-orang di sekitar Anda.
Minuman berkarbonasi seperti soda dan air soda mengandung gas karbon dioksida yang dapat memicu sendawa. Namun, Anda tetap bisa mengonsumsi minuman berkarbonasi dengan meminumnya secara perlahan sehingga gas dapat keluar sebelum ditelan.
Sendawa dapat disebabkan oleh kebiasaan makan dan minum Anda yang terlalu cepat. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengunyah makanan dengan seksama sebelum menelannya. Mengunyah makanan yang Anda konsumsi dengan baik akan membantu memecah makanan sehingga proses pencernaan Anda lancar.
Ternyata, kebiasaan Anda yang suka memakan permen karet menyebabkan Anda lebih sering bersendawa karena Anda menelan udara. Jika Anda bersendawa terus-menerus, cobalah untuk mengurangi kebiasaan ini atau pilih alternatif yang bebas gula.
Adapun makanan yang memicu sendawa berlebihan atau terus-menerus seperti kacang-kacangan, lentil, kubis, bawang, dan rempah-rempah. Jika Anda mencurigai bahwa makanan tertentu dapat menyebabkan sendawa berlebihan, pertimbangkan untuk mengurangi tingkat konsumsi tersebut.
Biasakan diri Anda untuk duduk tegak saat makan dapat mempengaruhi jumlah udara yang Anda telan. Hal ini dapat membantu mencegah penekanan pada perut sehingga mengurangi kemungkinan risiko sendawa.
Ternyata, stres juga menyebabkan sendawa karena mengganggu pencernaan. Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan latihan pernapasan dalam, meditasi, dan yoga. Selain itu, Anda juga perlu menemukan cara untuk mengatasi stres.
Hindari konsumsi makan berlebihan yang membuat perut Anda menjadi terlalu kenyang. Hal itu dilakukan untuk menghindari gangguan pencernaan dan penumpukan gas yang membuat Anda sendawa terlalu sering. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan secara bertahap dimulai dari mengurangi porsi makan, mendengarkan isyarat rasa lapar dan kenyang untuk menghindari makan berlebihan. (Sumber: Bisnis.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.