BMKG Prediksi Musim Hujan di Jogja Mundur hingga Tiga Dasarian, Kekeringan Level Awas
BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di DIY mundur hingga tiga dasarian. Status kekeringan meteorologis berada pada level awas.
Para pemain film Hati Suhita berfoto bersama dengan penulis novel Hati Suhita, Khilma Anis di sela-sela menyapa penonton di JCM, Minggu (22/5/2023) malam. /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah film bertajuk Hati Suhita tayang perdana di XXI Jogja City Mall (JCM) pada Minggu (21/5/2023). Film yang mengungkap kisah perjodohan di pesantren ini akan tayang serentak pada 25 Mei 2023 mendatang.
Kisah dalam film ini diadopsi dari novel Hati Suhita karya Khilma Anis, penulis yang juga pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Jember, Jawa Timur. Sejumlah pemain yang hadir menyapa penonton di JCM antara lain Nadya Arina (Alina Suhita), Omar Daniel (Gus Birru), Anggika Bolsterli (Ratna Rengganis), Ibrahim Risyad (Kang Dharma) dan Devina Aureel (Aruna). Khilma Anis juga turut hadir dalam kesempatan tersebut.
BACA JUGA : Demi Karakter Gus Birru di Film Hati Suhita, Omar Daniel Batal Cukur Rambut
Hati Suhita berusaha menampilkan sisi terdalam kisah asmara hingga perjodohan di lingkungan pesantren yang sarat makna. Dalam ceritanya Gus Al Birruni atau Gus Birru sebagai pewaris Ponpes atau anak kiai dijodohkan dengan Alina Suhita. Meski dalam perjalanannya ketika menikah sempat kurang berjalan mulus, karena Gus Birru punya sosok perempuan yang dicintainya yaitu Rengganis.
Menariknya, Khilma sebagai penulis berusaha memunculkan persepsi positif terhadap perjodohan pesantren dengan tanpa memunculkan tokoh antagonis dalam kisah tersebut. Menurut alumnus UIN Sunan Kalijaga ini, pesantren punya hak untuk mempertahankan dinastinya sehingga muncul perjodohan.
“Karena saya lahir dari pesantren dan sampai saat ini masih mengasuh, saya ingin membawa cerita perjodohan tetapi nadanya positif, selama ini cerita perjodohan selalu nadanya negatif. Kalau ini positif karena pesantren itu berhak mempertahankan dinastinya,” kata Khilma.
Hal itu bukan pesantren tidak bisa menerima kehadiran sosok lain seperti Rengganis yang diceritakan dalam film tersebut, namun karena pesantren harus memiliki penerus yang sudah ditetapkan oleh seorang kiai. Secara kebetulan dalam cerita film ini penerusnya seperti Gus Birru, yang dalam ceritanya ia enggan terjebak dalam aktivitas domestik pesantren dengan tetap mempertahankan keberlangsungan pesantren. Oleh karena itu Gus Birru kemudian memilih Alina Suhita.
BACA JUGA : 6 Film Budaya tentang Jogja Diluncurkan Perdana di Bioskop
“Alasan Gus Birru memilih Alina bukan berarti Rengganis mudah dilupakan, titik beratnya adalah dalam cerita ini wanita itu berani bertapa tetap tenang tetapi terhubung dengan Yang Maha Kuasa. Jadi memilihnya bukan karena Rengganis pergi tetapi karena doa ibunya, dia Alina, ketabahan dan kerelaan Rengganis,” katanya.
Hati Suhita menampilkan pemeran yang semuanya tanpa latar belakang pesantren. Akan tetapi cara ini justru membuka persepsi para pemain terhadap pesantren yang selama ini kerap dianggap tertutup dan dengan segala konsep tradisionalnya.
“Awalnya saya menganggap seperti itu, tetapi setelah saya terjun di film ini membuka mata saya bahwa pesantren saat ini sangat terbuka, maju dengan teknologi dan sudah berusaha menempatkan laki dan perempuan itu nyaris sejajar dengan hak-haknya,” kata Nadya Arina.
Hal yang sama juga disampaikan omar Daniel, bermain sebagai Gus Birru ia banyak belajar terkait pesantren serta melakukan riset. Sebelum syuting ia sering melakukan konsultasi dengan Gus Chazyal Mazda Choirozyad yang tak lain adalah suami dari Khilma Anis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di DIY mundur hingga tiga dasarian. Status kekeringan meteorologis berada pada level awas.
Sebanyak 12.176 titik panas terdeteksi di Indonesia. Karhutla membakar ratusan rumah di Bangka Selatan dan membuat udara Jambi berbahaya.
Framingham Risk Score membantu memperkirakan risiko penyakit jantung dan stroke dalam 10 tahun. Kenali faktor risiko dan pentingnya MCU.
Pit Lane Walk MotoGP Mandalika 2026 dipadati penonton yang ingin melihat motor balap, garasi tim, serta pembalap seperti Marc Márquez.
Pemerintah mematangkan kelembagaan BRAN, termasuk pembagian tugas, kewenangan, dan koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk menangani konflik agraria.
Bus Mercedes-Benz menabrak truk bermuatan manisan mangga di Tol Semarang-Solo KM 431,6. Muatan tumpah dan sempat memicu kemacetan.