Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Otak serta tubuh manusia memang tidak dirancang untuk terus bekerja. Butuh liburan untuk mengistirahatkan pikiran dan tenaga.
Liburan menjadi cara untuk menurunkan tingkat stres, risiko penyakit jantung yang lebih kecil, pandangan hidup yang lebih baik, hingga mendapat lebih banyak motivasi untuk mencapai tujuan.
Hal tersebut pun diakui 90% profesional sumber daya manusia berdasarkan survei yang dilakukan asosiasi global untuk manajemen sumber daya manusia SHRM dimana liburan berkaitan erat dengan peningkatan performa, moral, wellness, budaya positif, produktivitas, daya ingat, dan kreativitas.
Bahkan lebih dari 75 persen para profesional menyatakan sangat setuju terkait karyawan yang banyak liburan atau mengambil seluruh cutinya akan mengalami tingkat kepuasan kerja lebih tinggi, lebih produktif, serta menunjukkan performa lebih baik dibandingkan yang sedikit berlibur.
"Namun usai liburan juga ada sejumlah penyakit dan ketidaknyamanan yang menghampiri sehingga kita tidak bersemangat untuk kembali bekerja," kata VP of Medical Operations PT Good Doctor Technology Indonesia, dr Ega Bonar Bastari., mengutip Antara.
Umumnya hal tersebut disebabkan oleh kelelahan usai libur panjang akibat kurang tidur atau pola tidur yang berubah. Maka tidak heran jika sejumlah penyakit kerap muncul usai liburan, antara lain ialah:
Sebuah kondisi atau gejala sakit yang akan muncul saat akhir pekan atau saat liburan tiba. 3,6% kondisi ini lebih umum dialami pria dibandingkan pada wanita yakni hanya 2,7% yang mengalaminya. Gejala dapat bermula pada 1—2 hari setelah liburan atau tak lama setelah peristiwa penting yang mengubah hidup seperti pernikahan, kelahiran seorang anak, memulai pekerjaan baru, dan menyelesaikan ujian sekolah atau universitas.
Perubahan pola makan atau tak menghiraukan kebersihan makanan saat liburan berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan. Begitu pula jika kamu liburan menggunakan pesawat sebab penerbangan dapat menyebabkan dehidrasi, memperlambat kecepatan pergerakan makanan melalui usus, bahkan dapat menyebabkan sembelit.
Terlalu lama terpapar sinar matahari, melewatkan jam makan, tidak minum cukup cairan, dan pola tidur berantakan dapat menyebabkan Migrain. Usahakan untuk tetap menjalani pola hidup yang sama setiap hari, bahkan selama perjalanan jauh serta penuhi kebutuhan cairan maupun nutrisi setiap harinya. Sehingga tubuh tetap fit sampai kembali menghadapi hari kerja.
AC di pesawat maupun hotel mampu mengekstraksi kelembapan udara dan menyebabkan lapisan lendir di dalam hidung mengering hingga mengalami pilek. Padahal, lapisan lendir ini berfungsi untuk melindungi dari infeksi sementara udara yang lebih dingin akan memicu virus berkembang biak dengan baik.
Maka dari itu dr Ega menyarankan untuk menyesuaikan tubuh ke rutinitas lama, saat menjelang masa liburan usai hingga waktu kembali bekerja. Seperti memperbaiki jadwal tidur, merencanakan kegiatan rekreasi atau sosial yang menyenangkan, menerapkan rutinitas yang positif sehingga dapat mulai bekerja dengan tenang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Selandia Baru umumkan skuad Piala Dunia 2026 hasil seleksi 3 tahun. Kombinasi pemain senior dan muda siap beri kejutan.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Lonjakan penumpang kereta saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus capai 778 ribu tiket. Jogja jadi tujuan favorit masyarakat.
Polisi gerebek rumah di Bantul yang diduga jual miras oplosan. Lima botol disita, operasi terus digencarkan tekan peredaran ilegal.
Ilmuwan China berhasil kloning 6 kambing perah super dengan produksi susu tinggi. Terobosan ini percepat pembiakan dan dukung ketahanan pangan.