Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ilustrasi gagak. / Unsplash
Harianjogja.com, TOKYO—Warga Jepang baru-baru ini digegerkan dengan praktik konsumsi daging gagak mentah. Menurut para ahli, praktik ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, bahkan kematian.
Kontroversi itu muncul usai surat kabar Jepang, Tokyo Shimbun, merilis artikel tentang konsumsi ‘crow sashimi’ atau daging gagak mentah yang direndam dalam berbagai saus. Artikel itu memuat pengalaman sang wartawan saat makan daging gagak, baik dimasak maupun mentah, pada pertemuan pecinta daging gagak di Prefektur Ibaraki. Artikel itu juga menyebut bahwa sashimi gagak menyegarkan dan mudah dikunyah, jika dibandingkan dengan daging gagak panggang yang sangat keras dan kering.
Rupanya, artikel tersebut menyebabkan banyak kebingungan di jagat maya. Bahkan, Kementerian Kesehatan Jepang akhirnya memposting pesan di akun Twitter resminya yang memperingatkan orang-orang untuk tidak menikmati daging gagak mentah, karena dapat membahayakan nyawa mereka.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa dada gagak tampaknya yang terbaik untuk sashimi, dengan daging berwarna merah tua yang disajikan dengan kecap asin untuk menambah rasanya. Bahkan penulis menyatakan bahwa sashimi daging gagak berbeda dengan sashimi daging sapi dan ikan, namun tidak berbau sama sekali dan terasa 'menyegarkan'. Di sisi lain, daging paha gagak yang dipanggang dengan arang berotot dan karenanya sangat keras, mirip dengan dendeng.
Meskipun artikel tersebut menyebutkan bahwa Divisi Kesehatan Lingkungan Jepang menyarankan untuk tidak mengonsumsi daging gagak mentah, karena risiko keracunan makanan yang cukup besar, banyak yang menilai bahwa nada keseluruhan artikel tersebut positif. Sashimi gagak benar-benar menjadi topik populer online, hingga para ahli merasa bahwa mereka harus mengeluarkan peringatan tentang konsumsi daging gagak mentah.
Kementerian Kesehatan Jepang turun ke Twitter untuk memperingatkan orang-orang bahwa meskipun makan daging gagak tidak ilegal, mengkonsumsinya mentah melibatkan risiko infeksi virus hepatitis E, Escherichia coli enterohemorrhagic, serta berbagai parasit yang bisa berakibat fatal.
Divisi Kesehatan dan Sanitasi Prefektur Ibaraki juga menyarankan untuk tidak mengonsumsi daging gagak mentah, menambahkan bahwa pihaknya tidak akan mengajukan keluhan terhadap Tokyo Shimbun, tetapi meminta outlet berita lain untuk menghindari mempromosikan praktik tersebut.
Tidak jelas seberapa populer sashimi gagak mentah di Jepang saat ini, tetapi dilihat dari jumlah postingan Twitter yang menyebutkan hidangan yang tidak biasa ini, banyak yang penasaran untuk mencobanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.