Kapal yang Bayar Tol Selat Hormuz Terancam Kehilangan Asuransi
Lloyd's Market Association menyatakan kapal yang membayar tol Selat Hormuz kepada Iran berisiko kehilangan perlindungan asuransi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SOLO -- Belakangan ini muncul fenomena yang terbilang aneh di kalangan anak muda. Fenomena yang dimaksud dalah sewa pacar.
Jika kamu mengetikkan kata kunci sewa pacar di Twitter, maka kamu akan menemukan banyak jasa yang menyediakan layanan tersebut.
BACA JUGA : Dinar Candy Cari Pacar Sewaan
Tarif dan persyaratan untuk sewa pacar-pun bermacam-macam. Namun yang jelas, mereka diwajibkan masih single.
Ada dua jenis sewa pacar yang disediakan oleh beberapa biro jasa persewaan pacar tersebut, jenis yang dimaksud adalah sewa pacar online dan offline.
Sesuai dengan namanya, sewa pacar online hanya memperbolehkan penyewa untuk bekomunikasi secara online dengan pacar sewaannya. Biaya sewanya-pun lebih rendah yakni sekitar Rp20-40 ribuan per hari.
Sementara bagi mereka yang ingin menyewa pacar secara offline sehingga bisa diajak kondangan, makan bersama dan sebagainya, maka tarifnya lebih mahal.
Penyewa bisa membayar sampai Rp300.000 per tiga jam. Itu artinya ketika pacar sewaan bekerja 6 jam saja selama 30 hari, mereka akan meraup Rp18 juta per bulan.
Untuk mereka yang menyewa pacar secara offline, maka beberapa benefit yang ditawarkan adalah gandengan tangan, foto, nge-date, namun harga tersebut belum termasuk biaya jalan-jalan.
Pro dan kontra
Setiap fenomena yang ada tentu menimbulkan pro dan kontra. Kontra yang paling keras dalam fenomena pacar sewaan ini adalah potensi yang akan mengarah ke prostitusi online.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Lloyd's Market Association menyatakan kapal yang membayar tol Selat Hormuz kepada Iran berisiko kehilangan perlindungan asuransi.
Bulog akan melelang 380.000 ton beras turun mutu untuk bahan baku tepung dengan harga minimum Rp11.000 per kilogram.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berakhir setelah 25 jam. Warga Pulau Sebesi diminta tetap waspada dan menghindari informasi hoaks.
KPK memeriksa lima saksi baru dalam kasus dugaan gratifikasi eks Kakanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.
Sebanyak 49 penerima MBG di Turi Sleman mengalami gejala gangguan pencernaan. Operasional SPPG Turi Wonokerto dihentikan sementara.
Lima bandara kembali beroperasi usai terdampak abu Anak Krakatau. Keselamatan, pemeriksaan pesawat, dan penumpukan penumpang jadi perhatian.