PANDI Targetkan Domain .id Tembus 2,8 Juta pada 2031
PANDI menargetkan jumlah domain .id mencapai 2,8 juta pada 2031 seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap domain lokal.
Ilustrasi Perempuan Hamil/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Selama ini di kalangan ibu hamil, persalinan pervaginam atau melalui jalan lahir dianggap sebagai persalinan normal. Hal itu membuat persalinan dengan cara sesar seolah terpinggirkan dan dianggap sebagai suatu kegagalan.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, M. Charnaen Ibrahim, menilai operasi sesar sebaiknya tidak dianggap sebagai sebuah “kegagalan” di dalam proses persalinan mengingat setiap metode melahirkan bayi memiliki pengalaman yang berbeda-beda.
“Sesar itu bukanlah suatu kegagalan, tapi itulah penentu akhir di mana perempuan bisa memilih tujuan dalam mempunyai anak, entah lewat bawah [vagina] atau lewat sesar. Yang penting dia membuka dirinya, tujuannya yaitu punya keluarga, bayi sehat, ibu sehat,” kata dokter lulusan Universitas Sriwijaya itu dikutip dari Antara, Kamis (20/10/2022).
Charnaen mengatakan biasanya masyarakat kerap menggunakan istilah persalinan normal yang dibandingkan dengan persalinan sesar. Persalinan normal dianggap lebih baik dibandingkan sesar.
Dia berpendapat bahwa istilah persalinan normal yang umum digunakan seharusnya bukan dikaitkan dengan proses persalinan melalui vagina, melainkan persalinan dengan mempertimbangkan hasil akhir kondisi bayi dan ibu tetap sehat.
“Kalau bagi saya, normal itu adalah bayi sehat dan ibu sehat. Itu dulu yang harus kita pegang. Lahir lewat bawah disebut lahir alamiah dan tidak ada intervensi apapun, jadi lahirnya secara alami,” ujarnya.
Charnaen mengatakan terdapat kondisi tertentu yang dapat dipertimbangkan untuk dilakukan tindakan sesar. Menurut dia, dokter akan mempertimbangkan peluang mana yang lebih baik, persalinan melalui vagina ataukah sesar, sesuai dengan kondisi ibu dan bayi di dalam kandungan.
“Misalkan kita sudah usahakan sebisa mungkin dari awal kehamilan sampai usia 37 atau 38 pekan. Itu kita lihat [pertimbangan sesar], kalau sudah optimal tapi ternyata hasilnya bayinya terlalu besar, bayinya sungsang. Atau katakanlah semuanya sudah bagus, bayinya pas dan ketuban oke, tapi panggulnya kecil lalu ketuban pecah duluan, itulah yang ujung-ujungnya tidak bisa dilahirkan lewat bawah,” katanya.
Menurut Charnaen, persiapan bagi ibu yang memutuskan untuk menjalani operasi sesar sebetulnya tidak ada yang rumit. Charnaen sendiri selalu menekankan kepada pasien bahwa kondisi ibu harus tetap menjaga kesehatan di sepanjang masa kehamilan terlepas dari apapun pilihan metode persalinan.
“Contohnya, yang paling penting menjaga berat badan. Kadang-kadang hamil itu bablas. Berat badan itu normal naiknya sekitar 7,5–12,5 kg saja. Lebih dari 12,5 kg berarti kategorinya sudah obesitas. Risiko obesitas yaitu darah tinggi, diabetes dalam kehamilan, bayinya kecil, atau bayinya kebesaran,” katanya.
Selain fisik, kata Charnaen, hal lain yang perlu dipersiapkan tentu saja kondisi mental. Dia menekankan kembali bahwa persalinan alamiah melalui vagina ataupun persalinan melalui operasi sesar pasti mempunyai pengalaman yang berbeda.
“Dan saya tidak melebihkan salah satunya. Dua-duanya itu goals, yang bagi perempuan untuk menjadi seorang ibu itu memang berat sekali. [Terlepas dari] mau sesar atau mau alamiah,” ujarnya.
Charnaen juga mengimbau agar para ibu untuk tidak membanding-bandingkan kehamilan sendiri dengan kehamilan orang lain. Bahkan, termasuk dengan kehamilan sendiri seperti antara anak pertama dan anak kedua.
“Percaya diri dengan diri sendiri. Kalau memang yakin bisa lahir lewat bawah, kenapa tidak diperjuangkan. Cuma kalau tidak yakin, tidak usah malu untuk dengan metode yang lain-lainnya,” kata Charnaen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PANDI menargetkan jumlah domain .id mencapai 2,8 juta pada 2031 seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap domain lokal.
AS memperingatkan ekonomi Iran bisa runtuh dalam hitungan minggu atau bulan akibat tekanan sanksi yang terus diperketat.
DPRD Bantul mendorong tambahan anggaran APBD Perubahan 2026 untuk mengantisipasi kekeringan dan karhutla selama kemarau.
Israel kembali menyerang Gaza pada 1 September 2026. Hamas mengecam serangan dan mendesak mediator menekan Israel mematuhi gencatan senjata.
BPS mencatat perjalanan wisnus tujuan DIY mencapai 4,28 juta pada Juli 2026, naik 21,68 persen dibandingkan Juli 2025.
Indonesia menyampaikan belasungkawa atas mangkatnya Raja Harald V dari Norwegia pada 28 Agustus dalam usia 89 tahun.