Operasional KA Pangrango Terganggu Longsor, KAI Klaim Ganti 60% Tiket
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Etilen Oksida
Harianjogja.com, JAKARTA - Badan keamanan pangan Hong Kong menarik penjualan mie instan merek Mie Sedaap dari pasaran karena dinilai mengandung pestisida jenis etilen oksida. Bagi manusia, kandungan ini bisa membuat hilang ingatan hingga mati rasa.
Dikutip dari Bisnis, peringatan untuk menghentikan penjualan mi instan asal Indonesia ini dikeluarkan secara resmi oleh Centre for Food Safety (CFS) pada Selasa (27/9/2022).
CFS mengklaim Mie Sedaap yang dijual di Hong Kong mengandung pestisida jenis etilen oksida, yang ditemukan dari hasil uji coba.
Lantas apa itu Etilen Oksida?
Baca juga: Konversi Motor Listrik Senilai Rp15 Juta Per Unit, Adakah Bengkel di Jogja yang Bisa?
Etilen oksidan atau C²H⁴O merupakan gas yang mudah terbakar serta memiliki ah yang sedikit manis. Gas ini banyak digunakan di berbagai industri, seperti industri pembuatan polyester dan antibeku.
Penggunaan gas ini harus sangat hati-hati, sebab jika terpapar bisa menimbulkan berbagai kondisi. Dilansir dari Center for Disease Control, orang yang terpapar etilen oksida mungkin akan mengalami hal-hal seperti:
Dilansir dari National Cancer Institute, sebenarnya industri yang menggunakan etilen oksidan sudah pasti memakai peralatan yang tertutup rapat dan otomatis secara sistem. Akan tetapi, hal ini dikarenakan sifat etilen oksida yang mudah terbakar dan mudah meledak.
Namun, pekerja yang bekerja di area ini termasuk pekerja yang mengolah gas ini tetap memiliki risiko terpapar, melalui emisi industri yang bisa saja tidak terkendali.
Selain itu, masyarakat umum juga tetap memiliki risiko terpapar etilen oksida, melalui asap tembakau atau penggunaan produk ataupun barang yang sudah disterilkan menggunakan etilen oksida. Seperti produk medis, kosmetik ataupun peralatan peternakan lebah.
Dilansir dari National Cancer Institute, pekerja yang bekerja di area yang menggunakan etilen oksida sangat mungkin terpapar gas berbahaya ini. Paparan ini sering dilaporkan bisa menyebabkan kanker limfoma dan leukemia.
Selain itu, kanker perut fan kanker payudara juga disebutkan terkait dengan paparan gas berbahaya ini.
Dilansir dari laman New South Wales Government, dampak lain dari paparan gas etilen oksida ini juga bisa mempengaruhi sistem saraf. Salah satu akibatnya adalah kehilangan ingatan serta mati rasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.
Anggaran infrastruktur Kulonprogo 2026 naik signifikan. Jalan, pasar, sekolah hingga padat karya ikut meningkat.
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Solusi Bangun Indonesia Cilacap raih GMP Award 2026. Catat nol kecelakaan tambang dan reklamasi 110 hektare lahan.