Norwegia vs Pantai Gading, Duel Kebugaran Melawan Ambisi Sejarah
Norwegia yang lebih segar berkat rotasi pemain siap menghadapi Pantai Gading pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Prediksi skor 2-1.
Ilustrasi (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA— Pemeriksaan mata rutin ternyata tidak sekadar untuk mengetahui minus atau plus kacamata. Lebih jauh, kondisi mata bisa menjadi indikator awal berbagai penyakit serius yang terjadi di tubuh tanpa gejala.
Dokter spesialis mata bahkan kerap menjadi pihak pertama yang menemukan tanda-tanda gangguan kesehatan berbahaya. Salah satunya melalui metode pemeriksaan dilatasi pupil yang memungkinkan melihat kondisi retina secara detail.
Katherine Hu dari John A Moran Eye Center yang dikutip dari Healthcare, Jumat (24/4/2026) mengungkapkan, kerusakan kecil pada pembuluh darah di mata bisa mencerminkan kondisi organ lain. Banyak penyakit berkembang tanpa gejala awal sehingga sering luput dari perhatian.
Berikut sejumlah penyakit serius yang bisa terdeteksi lewat pemeriksaan mata rutin:
1. Stroke
Dokter dapat melihat adanya plak atau gumpalan darah di arteri retina. Temuan ini menjadi peringatan dini risiko stroke, bahkan sebelum gejala muncul. Gangguan penglihatan tepi juga bisa menandakan stroke yang pernah terjadi.
2. Penyakit Jantung Koroner
Penyempitan atau gangguan aliran darah di retina sering berkaitan dengan kondisi serupa di jantung. Ini menjadi indikasi awal adanya masalah kardiovaskular.
3. Diabetes
Melalui kondisi yang dikenal sebagai retinopati diabetik, dokter bisa menemukan kebocoran pembuluh darah retina. Menariknya, tanda ini bisa muncul sebelum diagnosis diabetes ditegakkan.
4. Hipertensi
Perubahan bentuk pembuluh darah atau bercak perdarahan di retina menjadi sinyal tekanan darah yang tidak terkontrol. Jika dibiarkan, kondisi ini berisiko merusak organ vital.
5. Kolesterol Tinggi
Lingkaran berwarna di sekitar kornea atau endapan di pembuluh darah mata bisa menjadi tanda penumpukan kolesterol dalam tubuh.
6. Kanker
Beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, limfoma, hingga leukemia, dapat terdeteksi melalui perubahan di mata. Bahkan, tumor tanpa gejala bisa terlihat lebih dulu di area ini.
Pemeriksaan mata dengan metode dilatasi disarankan dilakukan setidaknya sekali dalam setahun. Selain menjaga kualitas penglihatan, langkah ini juga membantu mendeteksi dini penyakit serius sebelum berkembang lebih jauh.
Kesadaran untuk rutin memeriksakan mata menjadi penting, karena kesehatan mata tidak hanya soal melihat, tetapi juga mencerminkan kondisi tubuh secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Norwegia yang lebih segar berkat rotasi pemain siap menghadapi Pantai Gading pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Prediksi skor 2-1.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.
Ekonom UMY menilai antrean Pertalite usai kenaikan harga Pertamax menunjukkan setiap masyarakat memiliki nilai ekonomi waktu yang berbeda.
WhatsApp menghadirkan fitur username yang memungkinkan pengguna mengobrol tanpa membagikan nomor telepon. Reservasi dibuka mulai pekan ini.
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 30 Juni 2026. Tarif hanya Rp12.000 dengan rute langsung dari Malioboro ke Pantai Parangtritis.