5 Pabrik Tekstil Bakal Tutup, 12.000 Karyawan Terancam Di-PHK
laku industri tekstil mengaku produk impor semakin deras sehingga mengancam keberlangsungan usaha dan menjamurnya PHK massal.
Ilustrasi lansia mengalami sesak napas/Freepik.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Saat menghirup asap ataupun udara tidak bersih seringkali alami sesak napas. Hal ini disebabkan oleh udara yang sulit masuk ke paru-paru, sehingga terjadi kondisi yang tidak nyaman ini.
Sebagian orang bisa saja mengalami sesak napas dalam jangka waktu pendek seperti menghirup udara yang kotor tadi, namun ada beberapa orang yang alami sesak napas jangka panjang seperti penderita pneumonia, kanker paru-paru ataupun covid-19.
Selain itu, orang dengan obesitas, orang yang sedang menjalani kemoterapi, orang yang mengalami perubahan suhu, orang yang melakukan olahraga intens, serta orang yang mengalami stres berat, panik dan juga kecemasan, juga dapat alami sesak napas berkepanjangan.
Dilansir dari menurut healthline dan medicalnewstoday, para ahli menyebutkan, menggunakan kipas angin untuk memberikan udara segar sejenak, dapat membantu meredakan sesak napas, hal ini juga didukung oleh beberapa penelitian. Penelitian lain pada tahun 2018 menemukan bahwa menggunakan kipas angin dapat membantu orang yang mengalami sesak napas akibat kanker stadium akhir.
Caranya sangatlah mudah, yaitu dengan mengarahkan kipas angin kecil ke wajah.
Membersihkan saluran pernapasan, khususnya area hidung dapat membantu memudahkan orang yang sedang mengalami sesak napas. Selain itu, panas dan kelembaban yang dihasilkan oleh uap dari air hangat dapat memecah lendir yang ada di paru-paru, sehingga dapat mengurangi sesak napas.
Caranya cukup mudah pertama isi mangkuk dengan air panas, dengan catatan diamkan air panas yang baru saja direbus sampai agak dingin, demi menghindari melepuhnya kulit jika langsung diuapkan ke wajah.
Kedua, tambahkan beberapa tetes minyak kayu putih.
Ketiga, posisikan wajah diatas mangkuka, dan tutupi kepala dengan handuk.
Keempat, ambil napas dalam-dalam untuk menghirup uap.
Efek kafein yang ada dalam kopi dapat sedikit meningkatkan fungsi saluran pernapasan pada pendirita asma, sehingga bisa memudahkan untukmenghirup udara. Selain itu, kafein dalam hitam dapat membantu meringankan sesak pada otot-otot di saluran pernapasan.
Akan tetapi, meminum kopi terlalu banyak dapat meningkatkan detak jantung seseorang, sehingga seseorang harus memperhatikan konsumsi kafeinnya.
Memakan jahe segar ataupun menjadikannya air jahe panas sebagai minuman, dapat membantu mengurangi sesak napas yang diakibatkan infeksi saluran pernapasan. Sebuah penelitian menunjukkan, jahe dapat melawan virus pernapasan syncytial, virus yang menjadi sebab terjadinya infeksi saluran pernapasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
laku industri tekstil mengaku produk impor semakin deras sehingga mengancam keberlangsungan usaha dan menjamurnya PHK massal.
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Solusi Bangun Indonesia Cilacap raih GMP Award 2026. Catat nol kecelakaan tambang dan reklamasi 110 hektare lahan.
PSBS Biak vs Arema FC berakhir 2-4 di babak pertama. Trio Brasil tampil ganas, ini jalannya laga dan susunan pemain.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.