Lagi, Petinggi Twitter Hengkang dari Perusahaan
Sejumlah petinggi Twitter dikabarkan hengkang usai perusahaan tersebut diakuisisi oleh CEO Tesla Elon Musk.
Ilustrasi pria dan wanita/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Bahasa anak muda yang sedang mempertanyakan jati dirinya, quarter life crisis. Setelah bertahun-tahun lulus dari jenjang pendidikan, orang mulai berpikir tentang perubahan dalam hidupnya, seperti berbicara, bersikap, bertindak, maupun berinteraksi.
Hal ini kemudian mengembangkan pandangan hidup yang mulai realistis, orang dalam quarter life crisis atau krisis paruh baya, biasanya juga mulai merasa dirinya belum mencapai apa-apa.
Menurut urbandictionary, orang biasanya quarter life crisis pada usia dua puluhan, usia saat perjalanan karir akan dimulai. Sehingga pada fase ini orang akan memikirkan jalan yang akan dipilih sebagai tujuan hidupnya.
Berikut quarter life crisis menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam akun instagram resminya @ditjen.dikti.
Quarter life crisis adalah suatu periode saat seseorang merasakan krisis emosional, hal ini terjadi ketika harus membuat keputusan berupa pilihan hidup. Ini biasanya terjadi pada anak muda usia 18 hingga 30 tahun.
Selain itu, krisis paruh baya dimulai dengan seringnya mempertanyakan diri sendiri, seperti identitas diri dan juga pilihan karier kehidupan ke depannya. Hal ini dikarenakan orang yang sedang mengalami quarter life crisis akan merasa kehilangan identitas.
Bagaimana tanda-tanda mengalami quarter life crisis?
BACA JUGA: Penting untuk Cewek! Berikut 7 Cara Menghindari Pelecehan Seksual
Meskipun quarter life crisis merupakan hal yang wajar dialami oleh anak muda, tetapi ada juga cara untuk mengatasi quarter life crisis, yaitu dengan berlaku produktif dan juga beberapa hal berikut:
1. Bersabar dengan proses diri. Pernah mendengar kata-kata 'semua orang punyai timeline-nya masing-masing'. Ini perlu dipahami oleh orang yang sedang dalam quarter life crisis, agar tidak gelisah dan menyalahkan diri sendiri secara terus menerus.
2. Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kesuksesan orang lain tidak seharusnya dijadikan bahan untuk melukai diri sendiri dengan membandingkannya dengan diri sendiri. Jangka waktu dalam meraih kesuksesan semua orang tidaklah sama.
3. Hiduplah di masa sekarang. Hal ini berarti bahwa masa lalu tidak perlu disesali karena tidak dapat diubah, tapi masa depan masih bisa direncanakan.
4. Jauhkan diri dari hal-hal negatif. Pergaulan yang toxic harus dihindari, karena akan merugikan banyak hal.
5. Bersyukur dengan pencapaian hari ini. Kadangkala, diri sendiri harus diapresiasi, bersyukur atas kerja keras dan pencapaian hari ini, jangan terus menerus jangan terus menerus menyalahkan diri sendiri. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan ketenangan batin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Sejumlah petinggi Twitter dikabarkan hengkang usai perusahaan tersebut diakuisisi oleh CEO Tesla Elon Musk.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.