Kasus Dosen Diduga Kirim Pesan Cabul di UIN Walisongo Diselidiki
UIN Walisongo bentuk tim investigasi usut dugaan dosen kirim pesan cabul ke mahasiswi. Kampus pastikan perlindungan korban.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Melansir dari Psychology Today, baru-baru ini sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Anxiety Disorders tahun 2023 oleh Baik dan Newman menemukan alasan mengapa orang terjebak dalam kekhawatiran dan merenung.
Khawatir biasanya dilakukan seseorang yang memikirkan hal negatif berulang-ulang akan peristiwa masa depan dan berpotensi tidak menyenangkan.
Sementara, merenung ialah pikiran negatif berulang-ulang akan kesulitan pada masa kini atau lampau maupun pertentangan antara kehidupan yang diinginkan dan yang sebenarnya.
Singkatnya keduanya memiliki persamaan yakni pikiran negatif, berulang, dan tidak dapat dikendalikan. Kondisi tersebut tak jarang dapat menyebabkan seseorang sulit mengambil keputusan, gangguan tidur sehingga tubuh kelelahan, iritasi, hingga tidak merasa bahagia.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan kepada 63 peserta dengan rata-rata usia 19 tahun dimana 37 memiliki gangguan depresi mayor (MDD) dan/atau gangguan kecemasan umum (GAD), sisanya berfungsi sebagai peserta kontrol yang sehat.
Baca juga: Deteksi Dini Kanker Payudara Agar Penanganan Lebih Mudah, Begini Penjelasannya
Baik dan Newman menemukan dibandingkan peserta kontrol yang sehat seseorang dengan gangguan kecemasan/depresi mengalami lebih banyak kejadian negatif, mengaku kejadian ini lebih tidak menyenangkan (diduga karena kepekaan yang lebih besar), dan lebih banyak terjebak dalam kekhawatiran dan perenungan.
Berdasarkan data yang didapat studi ini kemudian menyimpulkan khawatir dan merenung termasuk salah satu cara coping mechanism (strategi yang dilakukan seseorang untuk mengatasi stres).
Misalnya dalam studi ini para peserta dengan gangguan depresi/kecemasan mengaku perasaan khawatir membantu mereka menyiapkan diri agar tidak terlalu kecewa jika sesuatu yang buruk benar-benar terjadi. Begitu pula saat merasa bahagia, mereka tidak akan berlarut-larut dengan kebahagiaan sebab bila terjadi dalam waktu yang lama di saat bersamaan justru membuat mereka merasa lebih rentan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UIN Walisongo bentuk tim investigasi usut dugaan dosen kirim pesan cabul ke mahasiswi. Kampus pastikan perlindungan korban.
Jaksa mengungkap dugaan skema organisasi bayangan dan konflik kepentingan dalam kasus Chromebook yang menjerat Nadiem Makarim. Tuntutan mencapai Rp5,67 triliun.
Psikiater ingatkan bahaya stres akibat media sosial pada perempuan, terutama ibu, yang berdampak pada kesehatan mental keluarga.
Nelayan hilang akibat ombak di Pantai Baru Bantul ditemukan meninggal dunia. Tim SAR gabungan akhiri operasi pencarian.
Sony dikabarkan meluncurkan headphone premium WH-1000XX The ColleXion dengan desain mewah dan harga tinggi. Simak bocoran lengkapnya.
Harga rumah sekunder tetap naik di 11 kota meski rupiah melemah. Surakarta mencatat lonjakan tertinggi hingga 23,5%.