5 Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan, Ini Hasil Investigasi Kemenimipas
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA-Banyak model pakaian wanita yang muncul dan menjadi fashion favorit kaum hawa. Namun hati-hati dengan pakaian yang punya ukuran ketat karena pakaian ini bisa membawa dampak negatif untuk tubuh.
Minimal pakaian ketat bisa membuat seseorang sulit bergerak.
Melansir laman Step to Health, berikut beberapa dampak negatif menggunakan pakaian ketat.
Pakaian yang ketat akan membuat kulit menjadi tertekan. Hal tersebut akan membuat aliran darah dalam tubuh menjadi terhambat. Akibat aliran darah yang terhambat, ia akan merasa mudah lelah.
Selain itu, aliran darah yang terhambat juga dapat menyebabkan bengkak. Bahkan, terhambatnya aliran darah ini juga memengaruhi darah untuk kembali ke jantung.
Pakaian ketat akan membuat sirkulasi darah menjadi buruk. Menurut penelitian, sekitar 31 persen wanita penderita varises kerap menggunakan celana ketat serta berdiri terlalu lama. Oleh karena itu, penggunaan pakaian ketat meningkatkan risiko seseorang terkena varises.
Selulit merupakan tekstur kulit yang menyerupai kulit jeruk akibat timbunan lemak. Biasanya kondisi ini akan membuat garis-garis pada kulit. Rupanya penggunaan pakaian yang ketat menjadi penyebab munculnya selulit pada kulit.
Pakaian ketat juga kerap membuat seseorang mengalami kesulitan benapas. Hal ini karena pakaian yang ketat akan menekan paru-paru dan trakea. Pakaian ketat juga membuat pertukaran gas tidak berlangsung secara efisien hingga mempercepat oksidasi sel tubuh. Kondisi ini dapat membuat penuaan dini pada seseorang.
Pakaian ketat akan membuat gerak seseorang menjadi terbatas. Kondisi ini akan membuat otot-otot sulit untuk bergerak dan melakukan peregangan. Sementara itu, tulang juga akan menjadi tertekan. Hal ini membuat rasa sakit pada punggung dan pinggul
Penggunaan pakaian ketat akan membuat perus sulit untuk mengembang. Hal ini akan membuat proses pencernaan pada seseorang menjadi sulit. Apalagi jika pakaian ketat tersebut juga dilengkapi dengan ikat pinggang.
Pakaian ketat akan membuat udara sulit untuk keluar. Hal ini akan membuat suhu tubuh menjadi meningkat dan lembap. Kondisi itu justru mendorong pertumbuhan jamur dan bakteri pada tubuh seseorang.
Tidak hanya itu, lelaki penggunaan pakaian ketat juga bisa berisiko memengaruhi kualitas sperma. Bahkan, pakaian ketat yang digunakannya juga dapat membuat rasa nyeri pada bagian testis.
Kulit rupanya juga mudah mengalami iritasi saat menggunakan pakaian ketat. Hal ini karena pakaian ketat dapat membuat udara suli untuk masuk. Kulit yang teritasi dapat menimbulkan kemerahan, gatal, dan masalah lainnya.
Pakaian ketat akan membuat udara sulit untuk masuk dan keluar. Kondisi ini mendorong seseorang berkeringat lebih banyak. Keringat yang banyak berpotensi menimbulkan bau tak sedap pada ketiak atau area genital lain.
Tidak hanya itu, pakaian ketat yang terbuat dari kain nilon atau lycra berpotensi sebagai tempat berkembak biak bakteri pada tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.