Gelombang Panas Jerman Capai 41,3 Derajat, Rekor Baru Mengancam
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Bau apek pada pakaian yang lembab akibat musim hujan ternyata bisa dipecahkan dengan solusi penggunaan kipas angin untuk menjemur dalam ruangan.
"Kalau saya mengatasinya [apek], salah satunya dengan bantuan kipas angin di tempat jemuran dan saya lebih suka jemur di dalam ruangan yang punya sirkulasi udara yang cukup baik," kata pemilik usaha Modern Laundry Dike Ayu Ratnasari saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Dike menyarankan sebaiknya ruangan dibuat terang atau terdapat cahaya lampu di sana. Selain itu, perhatikan jarak antara satu pakaian dan lainnya saat menjemur agar tak terlalu mepet atau rapat.
BACA JUGA : Ekspor Rumput Laut Gunungkidul ke Jepang dan Hongkong Tinggi, Pasokan Masih Minim
"Jemurnya juga harus dengan hanger dan jaraknya jangan terlalu mepet supaya semua terkena angin. Jadi bisa kering maksimal dan tidak apek," ujar dia yang berdomisili di Wonosobo, Jawa Tengah, yakni wilayah dengan jumlah hari hujan tergolong cukup tinggi karena termasuk daerah pegunungan.
Hal lain yang juga harus diperhatikan, yakni jangan menumpuk pakaian kotor karena kotoran dan keringat bisa membuat pakaian menjadi lembap sehingga menyebabkannya berjamur dan bau.
Lalu, saat akan mencuci, Dike berpesan agar jangan berlebihan memakai detergen dengan pewangi atau anti-apek serta menggunakan pelembut dan pewangi konsentrat. "Setelah pakaian kering, setrikalah sembari menyemprotkan pewangi sebelum disimpan di dalam lemari," katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika telah (BMKG) menyampaikan musim hujan diprakirakan terjadi hingga akhir Maret 2025.
Kemudian puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di bulan Januari hingga Februari sehingga saat ini masih menghadapi puncak musim hujan.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat termasuk di Jakarta tetap waspada potensi terjadinya cuaca ekstrem yang masih terus berulang dan hampir merata di seluruh wilayah Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.