Prevalensi Hipertensi Tinggi, Omron Dorong Cek Tekanan Darah Mandiri
Prevalensi hipertensi di DIY mencapai 31,8% berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Model memeragakan karya Isa Setyawan di Jogja Fashion Week, Minggu (25/8/2024). - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Tren busana di kalangan anak muda, terutama mahasiswa sering kali dipengaruhi oleh viralitas di media sosial dan perilaku imitasi.
Psikolog anak dan keluarga Sani Budiantini Hermawan dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia mengatakan bahwa sekarang ini anak-anak muda banyak melihat sesuatu yang viral di media sosial.
"Terkadang ada pelaku imitating behavior, yaitu perilaku imitasi atau meniru gaya busana demi mendapat pengakuan bahwa dia mengikuti tren atau gaya saat ini, agar dianggap menjadi anak modern," kata Sani, Sabtu (14/9/2024)
BACA JUGA: Omzet Jogja Fashion Week 2024 Capai Rp1,8 Miliar
Namun, menurutnya perlu dipertimbangkan apakah busana tersebut pantas dipakai di lingkungan sekitar, terlebih belum lama ini viral soal mengenakan lingerie ke lingkungan kampus.
"Lingerie itu kan sebenarnya pakaian malam tapi ketika itu dipakai di kampus, mungkin lebih dilihat bukan lingerie-nya, tapi dari sisi kesopanan, etika berbusananya dan sebagainya, karena tidak semua kampus juga punya aturan yang jelas." ungkapnya.
Oleh karena itu, Sani menambahkan kampus perlu segera menerapkan aturan beserta konsekuensi yang tegas terkait ketentuan busana yang diperbolehkan dan tidak di lingkungan akademik, agar mahasiswa tidak gegabah memakai hal yang mungkin melanggar etika kesopanan ke sekolah.
Di sisi lain, modernisasi kerap menjadi alasan bagi mahasiswa untuk mengabaikan etika dalam berpakaian. Biasanya, mereka lebih fokus pada pengakuan sosial dan ingin dianggap up-to-date atau mengikuti tren dengan gaya busana terkini.
Meski begitu, aturan dan etika tetap harus menjadi pedoman utama dalam berbusana di kampus agar tercipta lingkungan yang kondusif dan tetap menjunjung tinggi nilai kesopanan yang ada.
Sebelumnya, media sosial X sempat dihebohkan dengan trending topic lingerie yang dimulai dari cuitan seorang perempuan dengan memamerkan outfit lingerienya, sambil menjelaskan bahwa hidup hanya sekali dan seakan mengajak untuk memakai lingerie saat ke kampus. Tak ayal, cuitan itu memicu kontroversi hingga menjadi trending dan viral di jejaring sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prevalensi hipertensi di DIY mencapai 31,8% berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Kualitas udara Pontianak mencapai AQI 328 dan masuk kategori Berbahaya akibat karhutla. Palangkaraya juga masuk kategori Tidak Sehat.
ATR/BPN telah memverifikasi usulan LP2B pada LBS untuk proyek kereta gantung Prambanan. Masih ada tahapan lahan, lingkungan, dan PBG.
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter dan mengganggu enam penerbangan di Bandara Supadio Kalbar.
PSS Sleman imbang 1-1 melawan PSM Makassar. Pieter Huistra memanfaatkan laga pramusim untuk menguji pemain di posisi berbeda.