Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Usus buntu/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Berbagai mitos seputar makanan terus beredar di masyarakat.
Salah satu anggapan yang paling banyak dipercaya oleh masyarakat, adalah soal radang usus buntu dapat terjadi jika Anda menelan biji-bijian, seperti cabai.
Alhasil, banyak orang yang memisahkan bijinya dari cabai sebelum memakannya. Padahal, hal ini belum terbukti benar secara medis.
Hal ini pun diluruskan oleh dokter Spesialis Penyakit Dalam, RA Adaninggar,dr,SpPD.
Melalui unggahan Reels instagram, dirinya menyebutkan bahwa biji cabai sampai saat ini belum terbukti dapat memicu peradangan atau penyakit penyakit usus buntu.
“Kasus ini sangat jarang terjadi. Biasanya peradangan terjadi karena adanya sejumlah faktor hingga membuat usus buntu meradang, bengkak, dan bernanah,” ujar dr. Ning melalui akun Instagramnya pada Senin (04/7/2022).
Hal ini makin diperkuat dengan studi yang diterbitkan Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, di mana jambu dengan biji yang lebih kecil dari cabai atau biji buah lainnya sangat kecil potensinya menyebabkan usus buntu.
Dari hampir 1.400 penderita usus buntu, hanya satu kasus radang usus buntu yang disebabkan oleh biji buah. Artinya, risiko mengalami kasus usus buntu akibat makan jambu biji ataupun biji buah lain hanya sekitar 0.05 persen.
Melansir dari Johns Hopkins Medicine pada Selasa (05/7/2022), ada sejumlah faktor yang diduga dapat menyebabkan seseorang mengalami radang usus buntu, misalnya:
Di akhir, dr. Ning juga menjelaskan, apabila biji tersebut tertelan, maka pada umumnya dapat dikeluarkan dari tubuh secara alami. Ini karena sistem pencernaan manusia sudah punya cara khusus untuk melumatkan makanan yang dimakan. Setelah dikunyah di dalam mulut, makanan akan dihancurkan oleh enzim-enzim pencernaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.