Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
Atlet selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal saat Porprov Jateng 2026 di Semarang. Panitia masih menelusuri kronologi kejadian.
Ilustrasi bos yang toxic atau berperilaku buruk/Slideshare
Harianjogja.com, JAKARTA – Memiliki bos atau atasan yang baik dan mengerti kondisi anak buah merupakan sebuah anugerah yang harus Anda syukuri. Simak 5 tanda atasan termasuk bos toxic yang harus diwaspadai.
Sayangnya, tidak semua pimpinan memiliki perilaku yang baik. Beberapa karyawan, atau mungkin Anda, justru mendapati bos atau pimpinan yang membuat jengkel karena sikap arogan di tempat kerja.
Sikap arogan tersebut bisa membuat orang tersebut menjadi musuh bersama karyawan dan akan merusak iklim kerja di perusahaan tersebut.
Berikut 5 tanda atasan Anda termasuk bos toxic yang memiliki kebiasan buruk seperti dilansir dari Times of India, Rabu (23/2/2022).
Beberapa bos memiliki kebiasaan untuk tidak berbicara dengan karyawannya secara langsung atau via telepon. Mereka hanya melakukan percakapan melalui pesan singkat (chat).
Hal ini terkadang berdampak buruk pada karyawan mereka karena menunjukkan kurangnya minat atau meningkatkan kesalahpahaman atau kesenjangan dalam komunikasi.
Tidak ingat nama karyawan sekali atau dua kali masih bisa dimaafkan. Namun, jika ini terjadi terus-menerus, atasan Anda menunjukkan bahwa dia bukan orang yang memiliki identitas.
Melupakan nama karyawans secara terus-menerus mencerminkan kurangnya kepedulian dan pada akhirnya menyebabkan karyawan Anda merasa tidak penting.
Wajib diingat, ini adalah tipe bos yang paling buruk! Karyawan merasa dikhianati jika atasan mengambil ide-ide mereka. Hal ini tidak lain adalah contoh kurangnya keterampilan kepemimpinan. Ini menunjukkan betapa bos mereka memiliki etika yang buruk.
Atasan harus mau bertemu dengan karyawan, kecuali jika ada keadaan darurat kesehatan yang membatasi pertemuan dengan rekan kerja. Pertemuan sebulan, dua bulan, atau bahkan dalam enam bulan sangat penting untuk menjalin hubungan dengan bawahan.
Jika itu tidak memungkinkan, pertemuan tim yang menyenangkan membuat karyawan terus bekerja sesekali. Tidak ada pekerjaan yang harus didiskusikan, hanya olok-olok yang menyenangkan. Jika bos Anda tidak melakukannya, itu menunjukkan betapa tidak tertariknya dia dalam tim Anda saat ini.
Saat ini, ketika orang bekerja terlalu keras, mengapreasi kinerja karyawan memberikan rasa bahagia bagi mereka. Jika atasan Anda tidak melihat bagaimana kinerja karyawan dan mencapai tujuan, Anda harus waspada karena itu cerminan dari bos yang tidak pengertian.
Sangat penting bagi atasan untuk memperhatikan semua karyawan yang bekerja di bawah mereka. Jangan anggap remeh karena karyawan yang baik karena mereka akan pergi jika tidak diberi apresiasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Atlet selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal saat Porprov Jateng 2026 di Semarang. Panitia masih menelusuri kronologi kejadian.
Persik Kediri kalah 1-5 dari Persita Tangerang pada pekan kedelapan Super League 2026-2027. Pablo Ganet mencetak hattrick di Stadion Brawijaya.
Bayern Munchen menjamu Borussia Dortmund dalam Der Klassiker pekan ke-8 Bundesliga. Kedua tim sama-sama mengoleksi 17 poin dari tujuh laga.
Bali United mengalahkan Arema FC 3-1 di Stadion Kanjuruhan. Kemenangan ini menjadi tiga poin tandang pertama Serdadu Tridatu musim ini.
FIFA mencatat enam klub Indonesia terkena 30 larangan pendaftaran pemain sepanjang 2025/2026. Indonesia masuk 10 besar dunia.
Tiga wakil Indonesia tampil di semifinal Hylo Open 2026, Sabtu (31/10). Simak jadwal pertandingan dan siaran langsung di TVRI Sport serta Vidio.