Adu Banteng Dua Truk di Sragen, Tiga Orang Terluka
Dua truk adu banteng di Sragen Wetan, tiga awak luka dan dirawat di RSUD. Diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi.
Ilustrasi bos yang toxic atau berperilaku buruk/Slideshare
Harianjogja.com, JAKARTA – Memiliki bos atau atasan yang baik dan mengerti kondisi anak buah merupakan sebuah anugerah yang harus Anda syukuri. Simak 5 tanda atasan termasuk bos toxic yang harus diwaspadai.
Sayangnya, tidak semua pimpinan memiliki perilaku yang baik. Beberapa karyawan, atau mungkin Anda, justru mendapati bos atau pimpinan yang membuat jengkel karena sikap arogan di tempat kerja.
Sikap arogan tersebut bisa membuat orang tersebut menjadi musuh bersama karyawan dan akan merusak iklim kerja di perusahaan tersebut.
Berikut 5 tanda atasan Anda termasuk bos toxic yang memiliki kebiasan buruk seperti dilansir dari Times of India, Rabu (23/2/2022).
Beberapa bos memiliki kebiasaan untuk tidak berbicara dengan karyawannya secara langsung atau via telepon. Mereka hanya melakukan percakapan melalui pesan singkat (chat).
Hal ini terkadang berdampak buruk pada karyawan mereka karena menunjukkan kurangnya minat atau meningkatkan kesalahpahaman atau kesenjangan dalam komunikasi.
Tidak ingat nama karyawan sekali atau dua kali masih bisa dimaafkan. Namun, jika ini terjadi terus-menerus, atasan Anda menunjukkan bahwa dia bukan orang yang memiliki identitas.
Melupakan nama karyawans secara terus-menerus mencerminkan kurangnya kepedulian dan pada akhirnya menyebabkan karyawan Anda merasa tidak penting.
Wajib diingat, ini adalah tipe bos yang paling buruk! Karyawan merasa dikhianati jika atasan mengambil ide-ide mereka. Hal ini tidak lain adalah contoh kurangnya keterampilan kepemimpinan. Ini menunjukkan betapa bos mereka memiliki etika yang buruk.
Atasan harus mau bertemu dengan karyawan, kecuali jika ada keadaan darurat kesehatan yang membatasi pertemuan dengan rekan kerja. Pertemuan sebulan, dua bulan, atau bahkan dalam enam bulan sangat penting untuk menjalin hubungan dengan bawahan.
Jika itu tidak memungkinkan, pertemuan tim yang menyenangkan membuat karyawan terus bekerja sesekali. Tidak ada pekerjaan yang harus didiskusikan, hanya olok-olok yang menyenangkan. Jika bos Anda tidak melakukannya, itu menunjukkan betapa tidak tertariknya dia dalam tim Anda saat ini.
Saat ini, ketika orang bekerja terlalu keras, mengapreasi kinerja karyawan memberikan rasa bahagia bagi mereka. Jika atasan Anda tidak melihat bagaimana kinerja karyawan dan mencapai tujuan, Anda harus waspada karena itu cerminan dari bos yang tidak pengertian.
Sangat penting bagi atasan untuk memperhatikan semua karyawan yang bekerja di bawah mereka. Jangan anggap remeh karena karyawan yang baik karena mereka akan pergi jika tidak diberi apresiasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Dua truk adu banteng di Sragen Wetan, tiga awak luka dan dirawat di RSUD. Diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi.
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Minggu malam. BPPTKG minta warga tetap waspada.
AHY memastikan penyesuaian tarif tiket pesawat dilakukan terukur di tengah kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.