B50 Serap Sawit Domestik, Malaysia Lihat Peluang Perluas Ekspor CPO
Mandatori B50 diperkirakan memangkas ekspor sawit Indonesia. Malaysia melihat peluang memperluas pasar global di tengah kenaikan konsumsi domestik.
Sinetron Ikatan Cinta yang tayang di RCTI, salah satu stasiun TV milik PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN)./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) telah mengambil langkah strategis untuk menutup hak siar RCTI di platform over the top (OTT) pihak ketiga ataupun layanan streaming.
Langkah tersebut diambil demi berfokus pada pengguna platform digital Grup MNC.
Per Minggu, 7 November 2021, MNCN akan memastikan saluran FTA RCTI sebagai saluran yang paling banyak ditonton di Indonesia, agar disiarkan dengan kualitas, ketepatan waktu, dan jangkauan terluas, eksklusif hanya untuk super app dan platform OTT milik Grup, yaitu RCTI+ dan Vision+.
“Upaya tersebut akan membantu kami dalam menyelaraskan konten dan memberdayakan aset digital kami secara lebih efektif demi kepentingan bisnis Perseroan,” tulis manajemen dalam keterangan pers, dikutip Jumat (5/11/2021).
Selain itu, ketiga saluran linier MNCN lainnya yaitu MNCTV, GTV, dan iNews, akan tetap berjalan di platform OTT dan layanan streaming pihak ketiga lainnya.
Berdasarkan catatan Nielsen, RCTI telah berhasil memecahkan rekor sepanjang tahun dengan tayangan TV dan kontennya secara konsisten menempati posisi tertinggi sejak awal 2021.
Sampai dengan Oktober, RCTI memperoleh rata-rata pangsa pemirsa sebesar 37,5 persen di slot prime-time dan 25,8 persen di slot all time, dengan raihan pangsa pemirsa tertinggi tahun ini yaitu sebesar 41,6 persen dan 28 persen.
“Lokal konten selalu menjadi pilihan utama pemirsa Indonesia dalam konsumsi video entertainment, yang juga terjadi pada jaringan distribusi lainnya, seperti TV berlangganan, IPTV, dan platform OTT,” imbuhnya.
Executive Chairman of MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, setelah melihat kesuksesan luar biasa dari beragam konten produksi internal perseroan di sepanjang 2021, seperti sinetron “Ikatan Cinta”, MNCN akan memfokuskan strategi untuk mendorong lebih banyak pemirsa ke platform super app berbasis periklanan unggulan, RCTI+ dan aplikasi digital berbasis langganan, Vision+.
“Kami sangat percaya bahwa dengan memperdalam pemahaman kami tentang pola konsumsi konsumen, yang tersedia dan dapat diukur melalui data yang mendalam dan analitik melalui platform digital kami sendiri, memungkinkan kami untuk membangun ekosistem konten yang lebih baik untuk pemirsa kami di masa depan, suatu pemahaman yang belum tersedia di platform OTT dan layanan streaming pihak ketiga manapun,” jelas Hary.
Menjelang pelaksanaan rencana ini, saham MNCN pada perdagangan Jumat (5/11/2021) pukul 14.40 WIB tercatat naik 40 poin atau 4,42 persen ke 945. Adapun, emiten dengan kapitalisasi pasar senilai Rp14,22 triliun ini mencatat pembelian oleh asing senilai Rp41,85 miliar.
Selama 2021 berjalan (ytd), saham MNCN mencatat kinerja yang kurang memuaskan dengan penurunan 17,54 persen. Sementara secara tahunan (yoy) saham MNCN berhasil naik 19,62 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Mandatori B50 diperkirakan memangkas ekspor sawit Indonesia. Malaysia melihat peluang memperluas pasar global di tengah kenaikan konsumsi domestik.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.