Laba Taspen Turun 16,1 Persen Jadi Rp1,04 Triliun, Ini Penyebabnya
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Ilustrasi kanker darah/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Penyakit Kanker terbentuk dari pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkontrol dalam tubuh. Kanker berkembang ketika mekanisme kontrol normal tubuh berhenti bekerja.
Melansir dari National Cancer Institute, sel-sel tua tidak mati melainkan tumbuh di luar kendali, membentuk sel-sel baru yang abnormal. Sel-sel ini dapat membentuk massa jaringan, yang disebut tumor.
Pada tubuh yang sehat, triliunan sel membantu tubuh dalam aktivitas sehari hari dengan terus membelah. Sel normal akan melalui siklus hidup dan mati pada waktu yang telah ditentukan. Sel baru akan menggantikan sel tua atau sel yang sudah mati. Perubahan siklus atau adanya mutasi DNA akan menyebabkan timbulnya kanker.
DNA hadir pada setiap gen dalam sel. Hal tersebutlah yang membuat sel tahu kapan harus membelah dan melakukan fungsi masing-masing. Mutasi sering terjadi di DNA, namun sel akan otomatis mengoreksi kesalahan tersebut. Sel yang tidak mengoreksi kesalahan akan membelah tak terkendali.
Tidak semua tumor adalah kanker. Beberapa kanker, seperti leukemia, tidak membentuk tumor.
Baca juga: Kenali 5 Gejala Terkena Serangan Jantung, Diantaranya Diare
Tumor jinak tidak menyebar atau menyerang jaringan terdekat, berukuran cukup besar, namun ketika diangkat biasanya tidak tumbuh kembali. Berlawanan dengan tumor yang dapat tumbuh kembali, disebut tumor ganas.
Tumor yang tumbuh menjadi malignant/ganas dapat menyebar ke jaringan terdekat melalui darah atau sistem getah bening dan membentuk tumor baru di suatu jaringan.
Sel kanker yang bermigrasi melalui aliran darah atau sistem limfatik ke area tubuh yang jauh disebut metastasis. Kanker yang telah bermetastasis cenderung lebih sulit diobati dan lebih fatal.
Mutasi yang terjadi pada DNA selain penyakit keturunan, juga disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Menjalani gaya hidup sehat, terutama menjaga makanan, dapat mengurangi risiko kanker.
Makan makanan yang sehat dan seimbang dengan membatasi asupan daging olahan terutama daging merah. Diet mediterania juga dapat dilakukan dengan fokus pada makanan nabati, protein tanpa lemak, dan lemak sehat.
Hindari alkohol atau minum secukupnya, yaitu satu gelas sehari untuk wanita dari segala usia dan pria yang lebih tua dari 65 tahun. Sementara itu, dua gelas sehari untuk pria berusia 65 tahun ke bawah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Prancis tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 0-2 dari Spanyol. Kylian Mbappe menjadi sorotan dan mendapat kritik tajam dari media Prancis.
macOS Golden Gate Public Beta rilis! Fitur Siri AI, Liquid Glass, dan peningkatan performa. Hanya untuk Mac Apple Silicon, wajib backup data sebelum instalasi.
Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan di Gunungkidul. Dampaknya, harga ayam naik menjadi Rp35.000 per kilogram, diikuti kenaikan telur dan cabai rawit.
Madonna cetak album nomor 1 ke-10 dengan Confessions II, terjual 134.000 unit dan kalahkan Olivia Rodrigo. Album sekuel 20 tahun ini langsung puncaki Billboard
TNI berencana membangun Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Playen, Gunungkidul dengan kebutuhan lahan 70 hektare. Sebelumnya Polda DIY juga menyiapka