Gaji Guru Disorot Prabowo, Begini Respons Mendikdasmen Abdul Mukti
Prabowo soroti gaji guru kecil. Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebut solusi harus lintas kementerian.
Ilustrasi kanker darah/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Penyakit Kanker terbentuk dari pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkontrol dalam tubuh. Kanker berkembang ketika mekanisme kontrol normal tubuh berhenti bekerja.
Melansir dari National Cancer Institute, sel-sel tua tidak mati melainkan tumbuh di luar kendali, membentuk sel-sel baru yang abnormal. Sel-sel ini dapat membentuk massa jaringan, yang disebut tumor.
Pada tubuh yang sehat, triliunan sel membantu tubuh dalam aktivitas sehari hari dengan terus membelah. Sel normal akan melalui siklus hidup dan mati pada waktu yang telah ditentukan. Sel baru akan menggantikan sel tua atau sel yang sudah mati. Perubahan siklus atau adanya mutasi DNA akan menyebabkan timbulnya kanker.
DNA hadir pada setiap gen dalam sel. Hal tersebutlah yang membuat sel tahu kapan harus membelah dan melakukan fungsi masing-masing. Mutasi sering terjadi di DNA, namun sel akan otomatis mengoreksi kesalahan tersebut. Sel yang tidak mengoreksi kesalahan akan membelah tak terkendali.
Tidak semua tumor adalah kanker. Beberapa kanker, seperti leukemia, tidak membentuk tumor.
Baca juga: Kenali 5 Gejala Terkena Serangan Jantung, Diantaranya Diare
Tumor jinak tidak menyebar atau menyerang jaringan terdekat, berukuran cukup besar, namun ketika diangkat biasanya tidak tumbuh kembali. Berlawanan dengan tumor yang dapat tumbuh kembali, disebut tumor ganas.
Tumor yang tumbuh menjadi malignant/ganas dapat menyebar ke jaringan terdekat melalui darah atau sistem getah bening dan membentuk tumor baru di suatu jaringan.
Sel kanker yang bermigrasi melalui aliran darah atau sistem limfatik ke area tubuh yang jauh disebut metastasis. Kanker yang telah bermetastasis cenderung lebih sulit diobati dan lebih fatal.
Mutasi yang terjadi pada DNA selain penyakit keturunan, juga disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Menjalani gaya hidup sehat, terutama menjaga makanan, dapat mengurangi risiko kanker.
Makan makanan yang sehat dan seimbang dengan membatasi asupan daging olahan terutama daging merah. Diet mediterania juga dapat dilakukan dengan fokus pada makanan nabati, protein tanpa lemak, dan lemak sehat.
Hindari alkohol atau minum secukupnya, yaitu satu gelas sehari untuk wanita dari segala usia dan pria yang lebih tua dari 65 tahun. Sementara itu, dua gelas sehari untuk pria berusia 65 tahun ke bawah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Prabowo soroti gaji guru kecil. Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebut solusi harus lintas kementerian.
Kelurahan Giwangan melatih warga mengolah sampah organik dengan biopori jumbo untuk mendukung program Mas Jos Kota Jogja.
Seskab Teddy Indra Wijaya membeli 35 sapi jumbo dari peternak Boyolali untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.
TPS Surabaya menangani ekspor tiga unit locomotive platform PT INKA ke Australia, melengkapi total pengiriman 16 unit.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.