Karhutla Gunung Lawu Belum Padam, Asap Masih Muncul di Petak 39-41
Karhutla Gunung Lawu masih menyisakan kepulan asap di perbatasan petak 39 dan 41 Ngawi. Tim gabungan terus membuat ilaran.
Deddy Corbuzier dan Gus Miftah. /Ist-Youtube
Harianjogja.com, JAKARTA - Deddy Cobuzier sudah menjadi mualaf sejak 2019. Setelah dua tahun, ia mengaku mengalami kesulitan. Ia mengaku pusing kala mendapat reaksi berbeda dari warganet soal gurunya, Gus Miftah, yang disebut guru tidak benar.
Hal ini diungkapkan Deddy kala berbincang bersama Refly Harun di kanal YouTube Refly. Deddy mengaku bingung saat ditanya soal kesulitannya menjadi seorang muslim.
"Apa hal yang paling berat dari Deddy Corbuzier setelah jadi muslim?" tanya Refly Harun.
Tak langsung jawab, Deddy Corbuzier menceritakan bagaimana awal mula ia kenal Islam. Ia mengaku sudah dekat dengan kehidupan Islam sehari-harinya.
Baca juga: Netizen Geger Dokter Kandungan Sebut Ayus Suami Nissa Sabyan
"Haduhhh…kenapa saya jadi seorang muslim bukan apa, karena semua teman yang saya punya itu muslim, pekerjaan di dunia entertain itu muslim, ada momen saya lebih kenal agama ini dibanding agama sebelumnya. Ketika masuk bilang Assalamualaikum itu sudah tahu, ketika lebaran tetangga dan teman muslim bawa makanan ke saya, saya pun merasakan Idul Fitri," cerita Deddy Corbuzier.
Deddy Corbuzier pun kemudian menjawab pertanyaan Refly soal kesulitan jadi muslim. Ia merasa selalu disalahkan oleh netizen dalam hal yang dilakukan, contohnya belajar dengan Gus Miftah hingga tukar pikiran dengan Ustaz Khalid Basalamah.
"Setelah jadi muslim itu pusing. Contoh gampang aja, saya deket Gus Miftah karena saat itu viral dialog dakwah di klub malam, menurut saya ini menarik, dakwah bisa di mana saja, karena saya dekat, saya sering podcast sama beliau. Eh, ada netizen, \'Wah ini gurunya salah, nggak bener\' begini-begini. Padahal, bagi saya Gus Miftah luar biasa bagi saya," ungkap Deddy Corbuzier.
Baca juga: Power Metal Kenalkan Vokalis Baru, Segera Rilis Single Anyar
Tak berhenti di situ, rupanya beberapa netizen juga menghakimi dirinya salah mengundang orang kala mendatangkan Ustaz Khalid Basalamah. Kekasih Sabrina Chairunnisa ini pun menyadari bahwa yang tejadi di dalam umat Islam dampak dari politik identitas.
"Emang kita nggak boleh dialog dengan siapapun? Kalau mau beda itu paham kan, kan bisa ambil yang terbaik dari keduanya. Akhirnya saya sadar, kok di dalamnya ini pecah. Nah saya mikir bisa perpecahan ini terjadi karena ada politik identitas, harusnya ke depannya nggak ngeributin ini, beda debat nggak apa-apa jangan hujat orang ini salah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Karhutla Gunung Lawu masih menyisakan kepulan asap di perbatasan petak 39 dan 41 Ngawi. Tim gabungan terus membuat ilaran.
Satu Lisensi hadir sebagai platform B2B yang menyediakan akses legal master rekaman untuk kebutuhan komersial dengan lebih dari 7,7 juta metadata lagu.
Prabowo mengingatkan demokrasi Indonesia bisa dibajak pihak berkekuatan ekonomi besar melalui uang dan pengaruh di media sosial.
Elche menang 3-1 atas Espanyol pada pekan ketujuh Liga Spanyol meski bermain dengan 10 pemain sejak menit keenam.
KNKT menilai latihan kedaruratan di kapal roro masih formalitas. Simulasi menemukan kendala hidran, pakaian antiapi, dan life jacket.
Monza meraih kemenangan perdana di Liga Italia musim ini setelah mengalahkan Sassuolo 2-1 berkat dua gol Gustavo Varela.