Indonesia Tanpa Marselino, Ragnar, dan Justin Hubner Hadapi Timor Lest
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Deddy Corbuzier dan Gus Miftah. /Ist-Youtube
Harianjogja.com, JAKARTA - Deddy Cobuzier sudah menjadi mualaf sejak 2019. Setelah dua tahun, ia mengaku mengalami kesulitan. Ia mengaku pusing kala mendapat reaksi berbeda dari warganet soal gurunya, Gus Miftah, yang disebut guru tidak benar.
Hal ini diungkapkan Deddy kala berbincang bersama Refly Harun di kanal YouTube Refly. Deddy mengaku bingung saat ditanya soal kesulitannya menjadi seorang muslim.
"Apa hal yang paling berat dari Deddy Corbuzier setelah jadi muslim?" tanya Refly Harun.
Tak langsung jawab, Deddy Corbuzier menceritakan bagaimana awal mula ia kenal Islam. Ia mengaku sudah dekat dengan kehidupan Islam sehari-harinya.
Baca juga: Netizen Geger Dokter Kandungan Sebut Ayus Suami Nissa Sabyan
"Haduhhh…kenapa saya jadi seorang muslim bukan apa, karena semua teman yang saya punya itu muslim, pekerjaan di dunia entertain itu muslim, ada momen saya lebih kenal agama ini dibanding agama sebelumnya. Ketika masuk bilang Assalamualaikum itu sudah tahu, ketika lebaran tetangga dan teman muslim bawa makanan ke saya, saya pun merasakan Idul Fitri," cerita Deddy Corbuzier.
Deddy Corbuzier pun kemudian menjawab pertanyaan Refly soal kesulitan jadi muslim. Ia merasa selalu disalahkan oleh netizen dalam hal yang dilakukan, contohnya belajar dengan Gus Miftah hingga tukar pikiran dengan Ustaz Khalid Basalamah.
"Setelah jadi muslim itu pusing. Contoh gampang aja, saya deket Gus Miftah karena saat itu viral dialog dakwah di klub malam, menurut saya ini menarik, dakwah bisa di mana saja, karena saya dekat, saya sering podcast sama beliau. Eh, ada netizen, \'Wah ini gurunya salah, nggak bener\' begini-begini. Padahal, bagi saya Gus Miftah luar biasa bagi saya," ungkap Deddy Corbuzier.
Baca juga: Power Metal Kenalkan Vokalis Baru, Segera Rilis Single Anyar
Tak berhenti di situ, rupanya beberapa netizen juga menghakimi dirinya salah mengundang orang kala mendatangkan Ustaz Khalid Basalamah. Kekasih Sabrina Chairunnisa ini pun menyadari bahwa yang tejadi di dalam umat Islam dampak dari politik identitas.
"Emang kita nggak boleh dialog dengan siapapun? Kalau mau beda itu paham kan, kan bisa ambil yang terbaik dari keduanya. Akhirnya saya sadar, kok di dalamnya ini pecah. Nah saya mikir bisa perpecahan ini terjadi karena ada politik identitas, harusnya ke depannya nggak ngeributin ini, beda debat nggak apa-apa jangan hujat orang ini salah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.