10 Tips Hemat BBM untuk Mobil Matic, Bensin Lebih Irit
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Diabetes/boldsky.com
Harianjogja.com, JAKARTA - American Academy of Dermatology Association (AAD), menyebutkan pengidap diabetes bisa mengalami masalah kulit.
Kondisi ini muncul pada mereka yang berisiko tinggi diabetes, atau yang pra-diabetes.
Menurut AAD, punggung tangan akan terasa "kencang" dan kulit akan terlihat "waxy", dimana menyebabkan jari menjadi kaku dan sulit digerakkan.
Jika diabetes tidak terkontrol dengan baik selama beberapa tahun, atau Anda tidak menyadarinya, rasanya ada kerikil di ujung jari.
"Kulit yang keras, tebal, dan tampak bengkak bisa menyebar, muncul di lengan bawah dan lengan atas," AAD memperingatkan seperti dilansir dari Express.
BACA JUGA: Jadi Makelar Kasus, Polisi Penyidik KPK Robin Pattuju Diberhentikan Tidak Hormat
Kondisi kulit ini juga bisa berkembang di punggung bagian atas, bahu, dan leher. Terkadang kulit yang menebal bisa menyebar ke area wajah dan dada.
Area kulit yang menebal yang disebabkan oleh sklerosis digital sering kali memiliki "tekstur kulit jeruk".
Sklerosis digital bukan satu-satunya tanda peringatan gula darah tinggi. Dampak lain dari diabetes tipe 2 adalah necrobiosis lipoidica.
"Kondisi kulit ini sering dimulai sebagai benjolan padat kecil yang terlihat seperti jerawat," kata AAD.
Saat kondisi berlanjut, benjolan bisa berubah menjadi bercak kuning, kemerahan, atau coklat pada kulit yang bengkak dan keras.
Anda mungkin juga akan mengalami hal-hal seperti ini :
1. Kulit di sekitarnya tampak seperti porselen yang mengilap
2. Anda bisa melihat pembuluh darah
3. Kulit terasa gatal dan nyeri
4. Penyakit kulit melewati siklus di mana ia aktif, tidak aktif, dan kemudian aktif kembali.
Tanda lain dari diabetes adalah acanthosis nigricans, yaitu area kulit yang gelap seperti beludru. Ini biasanya muncul di bagian belakang leher, di ketiak, di area selangkangan.
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan sirkulasi yang buruk dan kerusakan saraf seiring waktu.
Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam penyembuhan luka, terutama pada kaki, tempat munculnya ulkus diabetes.
Luka terbuka ini mungkin tidak terasa nyeri karena kerusakan saraf yang terjadi. Jika lukanya terinfeksi, ada risiko ini dapat menyebabkan gangren, NHS memperingatkan.
Bintik-bintik Shin juga kemungkinan indikasi lain dari kadar gula darah tinggi, tambah AAD. Bintik-bintik (atau garis) ini menciptakan "depresi yang hampir tidak terlihat di kulit".
Istilah medis untuk kondisi kulit ini disebut dermopati diabetik, dan biasanya muncul di kaki. Dalam kasus yang jarang terjadi, depresi kulit mungkin muncul di lengan, paha, batang tubuh, atau area tubuh lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.