Sistem Peradilan Terpadu Disiapkan untuk Tangani Perkara Khusus
Kementerian Hukum menyiapkan sistem peradilan pidana terpadu untuk penanganan perkara kekerasan seksual, pelindungan anak, dan pekerja migran.
Roy Suryo. /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Mantan Menpora Roy Suryo membantah pernyataan Lucky Alamsyah yang mengatakan kalau Mantan Menpora itu telah meminta maaf. Roy menolak meminta maaf karena dirinya merasa tak bersalah.
"Saya memang nggak minta maaf. Karena mohon maaf saya juga nggak salah," ujar Roy Suryo, ditemui usai membuat laporan terhadap Lucky Alamsyah di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (24/5/2021).
Merasa tak bersalah, Roy Suryo justru meminta Lucky Alamsyah yang meminta maaf kepadanya.
"Saya tidak salah. Karena saya kan yang diseremepet. Logikanya mana, saya bukan arogan atau sombong. Harusnya dia yang minta maaf," ucap Roy Suryo.
"Tapi kalau melihat perilaku dia. Dengan tiba-tiba dia keluar duluan terus marah-marah," ucap Roy Suryo menambahkan.
Roy Suryo juga menegaskan Lucky Alamsyah telah mencemarkan nama baiknya di media sosial. Dia menilai, Lucky telah memutar balikan fakta soal peristiwa kecelakaan mobil tersebut.
"Terus tiba-tiba langsung, \'Apa ini, Apa ini\'. Itu bagi saya niatnya tidak bagus. Jadi ngapain saya minta maaf, orang dia yang salah kok," ujar Roy Suryo.
Seperti diberitakan sebelumnya, di Instagram Story Lucky Alamsyah mengungkap tindakan seorang mantan menteri berinisial RS yang melakukan tindakan tidak terpuji. Menurut Lucky, RS menabrak mobil seorang berinisial AA, tapi langsung pergi dan tak meminta maaf.
Tapi Roy Suryo membantah tudingan Lucky Alamsyah. Menurutnya ia yang ditabrak oleh AA. Ia juga tak terima disebut arogan, karena berniat untuk menyelesaikan kasus di kepolisian.
Buntut dari kejadian tersebut, Roy Suryo melaporkan Lucky Alamsyah di Polda Metro Jaya atas kasus pencemaran nama baik. Pasal yang disangkalkan adalah Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-undang nomor 11 tahun 2008.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Kementerian Hukum menyiapkan sistem peradilan pidana terpadu untuk penanganan perkara kekerasan seksual, pelindungan anak, dan pekerja migran.
Gibran meminta AJBI memperkuat ekosistem beasiswa bagi Indonesia timur untuk menyiapkan SDM unggul melalui penjaringan talenta sejak SMA.
Seorang konsultan pajak resmi mendaftar sebagai bakal calon lurah Srimartani dan membawa visi pengembangan potensi pariwisata serta ekonomi kalurahan.
Bulog dan TNI menggelar Gerakan Pangan Murah di Banyumas dan Cilacap untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan.
Purbaya memastikan utang Whoosh diselesaikan tanpa membebani APBN. Pemerintah menyiapkan skema khusus di luar anggaran negara untuk KCIC.
Orang bertubuh kurus juga dapat mengalami kolesterol tinggi. Dokter spesialis jantung mengungkap empat penyebabnya, mulai dari faktor genetik, pola makan, kuran