Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Grup Band Naif resmi bubar/Instagram: Naif
Harianjogja.com, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari grup band legendaris Indonesia, Naif.
Setelah 25 tahun berkarya, Naif akhirnya resmi bubar. Hal itu terungkap dalam cuitan Wendi Putranto dalam akun Twitter bersama vokalis Naif, David Bayu.
“Semalam di backyard @union_well @mblocspace ngobrol panjang lebar dengan @davidbayu tentang situasi terkini @Naifband. Ia memastikan bahwa band tsb telah resmi BUBAR. Penjelasan lebih lanjut darinya kabarnya bakal segera dirilis. Big loss!” Cuitnya pada akun @wenzrawk, Senin (10/5/2021).
Semalam di backyard @union_well @mblocspace ngobrol panjang lebar dengan @davidbayu tentang situasi terkini @Naifband. Ia memastikan bahwa band tsb telah resmi BUBAR. Penjelasan lebih lanjut darinya kabarnya bakal segera dirilis. Big loss! pic.twitter.com/qgh8kUjewm
— Wendi Putranto (@wenzrawk) May 10, 2021
Beberapa jam setelah postingan ini rilis, David Bayu selaku vokalis mengeluarkan video klarifikasi di akun youtube miliknya tentang bubarnya Naif.
Dalam video tersebut, David menjawab beberapa pertanyaan dari warganet tentang bubarnya band yang digawangi oleh David, Pepeng, Jarwo, dan Emil.
David mengungkapkan pengumuman bubarnya Naif sudah direncanakan pada saat perayaan 25 tahun Naif berkarya, pada Oktober 2020. Namun, pengumuman bubarnya Naif itu gagal dilakukan.
"Ada satu hal yang Emil kalau enggak salah ngomong, jangan [diumumkan], nanti jadi sorotan publik atau gimana gitu, nanti ajalah, enggak usah di-announce pas 25 tahun [Naif]," ujar David melalui channel Youtube seperti dikutip, Selasa (11/5/2021).
Isu bubarnya Naif ini hadir ketika beberapa hari lalu bassis dan drummer mereka, Emil dan Pepeng menyatakan sudah tidak lagi menjadi bagian Naif lagi dan membuat David angkat suara.
“Ketika Emil udah ngomong keluar dari Naif, sekarang gue juga ngomong juga deh," kata David
Bubarnya Naif disinyalir bukan karena masalah internal yang ada di dalam grup mereka. Namun, memang mereka merasa cukup berkarya selama 25 tahun bekarya. Selain itu, Naif sudah seperti keluarga sendiri bagi David
“Kalo dibilang masalah ya ada, cuman gue selalu mengibaratkan kalo Naif itu keluarga. Yang mana intinya gue, Emil, Pepeng, Jarwo ya keluarga inti. Yang mengapresiasi karya Naif, terimakasih. Naifnya udah gaada tapi karyanya masih ada loh, kalian masih bisa dengerin sebenernya. Dengan kalian mendengerkan, ingat kami, itu biki kita [Naif] hidup ada dalam hatimu. I love You all,” Tutup David
Kabar bubarnya Naif membuat ranah permusikan indonesia akan merasakan kehilangan. Selama 25 tahun berkarya, Naif telah menelurkan 8 album, yaitu Naif (1998), Jangan Terlalu Naif (2000), Titik Cerah (2002), The Best (2005), Retropolis (2005), Televisi (2007), Let\'s Go! (2008) dan yang terakhir Planet Cinta (2011).
Apalagi, Naif yang dikenal dengan style retro juga memiliki banyak lagu hits yang masih disukai hingga kini, seperti Piknik 72, Benci Untuk Mencinta, Posesif, Di Mana Aku di Sini, hingga Air dan Api.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.