Aturan Gaji untuk Kepala Daerah Bakal Direvisi
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Rafathar Malik Ahmad, Amy Qanita dan Rieta Amalia. /Ist- Instagram @raffinagita1717
Harianjogja.com, JAKARTA - Nagita Slavina dan Raffi Ahmad merupakan pasangan artis yang bisa disebut paling tersohor di Tanah Air. Rupanya, Ibunda Nagita Slavina, Rieta Amilia rupanya sempat merasa terbebani memiliki menantu seperti Raffi Ahmad. Namun perasaan itu dipendamnya sendiri.
Berlinang air mata, Mama Rieta sapaan akrabnya meluapkan isi hatinya saat dihipnotis di kanal YouTube Uya Kuya Tv yang diunggah pada Sabtu (24/4/2021).
"Awal-awal iya (Terbebani punya menantu seperti Raffi Ahmad)," kata Rieta Amilia.
Baca juga: Zaskia Adya Mecca Akhirnya Temui Sosok di Balik Toa Masjid
Penyebabnya karena Raffi Ahmad selalu diterpa gosip tak mengenakkan. Tapi tak sekalipun Rieta Amilia mengungkapkan perasaannya pada sang menantu.
"Yah banyak banget gosip yang ada. Tapi mama telen, mama ngelihat ke depannya," ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, Rieta Amilia melihat perubahan dalam diri Raffi Ahmad. Kekinian, dia bangga memiliki menantu seperti laki-laki 34 tahun itu.
Baca juga: Para Pencinta Misteri, Film Tarian Lengger Maut Tayang 13 Mei 2021
"Tapi ngelihat sekarang sudah banyak perubahan sama Raffi. Dia bisa sayang sama istrinya, anaknya, sama keluarga kecilnya mama bangga sama mereka," tuturnya.
Seperti diketahui, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menikah pada 17 Oktober 2014. Dari hasil pernikahannya, mereka dikaruniai seorang putra yang diberi nama Rafathar Malik Ahmad.
Tak lama setelah menikah, Raffi Ahmad diterpa gosip miring. Satu di antaranya yang paling heboh yakni tentang perselingkuhannya dengan Ayu Ting Ting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.