Bupati Pemalang Peras ASN dan Swasta demi Urus Perkara di KPK
KPK mengungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diduga mengumpulkan Rp1,98 miliar dari ASN dan pihak swasta untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.
Kirana Larasati. /Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Artis Kirana Larasati dijodoh-jodohkan dengan Gading Marten. Gosip ini bermula dari saat konferensi pers film Rumput Tetangga di 2019 dan kembali dibahas Raffi Ahmad di acara Okay Bos baru-baru ini.
Ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (13/4/2021), Kirana memastikan tak pernah merajut kasih dengan Gading. Dia juga bilang bahwa dirinya bukan tipe dari mantan suami Gisella Anastasia itu.
"Dan dia juga bukan tipe aku untuk soal asmara. Jadi stay friends saja," kata Kirana Larasati.
Karenanya, saat Kirana dan Gading dijodohkan Raffi Ahmad di acara Okay Bos, keduanya cuma tertawa.
"Jadi ya kami ketawa saja kalau dijodohin," ujar Kirana Larasati.
Kirana sendiri tak pernah muluk untuk urusan asmara. Jika memang bertemu jodohnya, dia santai saja.
"Kalau belum ketemu jodohnya ya aku harus bisa proteksi diri aku. Kalau nggak cocok, kita stay friends. Ya jadi cari lagi, aku bawa santai," ujarnya.
Kirana Larasati sempat menikah dengan Tama Gandjar pada 2015. Pernikahan mereka hanya bertahan selama dua tahun.
Dari pernikahannya dengan Tama Gandjar, Kirana Larasati dikaruniai seorang anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KPK mengungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diduga mengumpulkan Rp1,98 miliar dari ASN dan pihak swasta untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.