Kejagung Periksa 3 ASN BGN Terkait Dugaan Korupsi MBG
Kejagung memeriksa tiga ASN BGN dan dua saksi lain terkait dugaan korupsi tata kelola program MBG tahun 2025-2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Beragam permasalahan kulit bisa dialami manusia. Salah satunya adalah kulit mengelupas. Pengelupasan kulit terjadi karena adanya kerusakan lapisan-lapisan yang terdapat di dalamnya.
Biasanya, kerusakan lapisan ini terjadi karena paparan sinar matahari, atau infeksi yang menyebabkan gangguan pada kulit.
Kulit mengelupas biasanya diikuti munculnya ruam, kering, dan rasa gatal serta masalah yang iritasi lainnya. Namun, pada beberapa kasus, kulit mengelupas dengan sendirinya tanpa menimbulkan gejala apapun. Berikut beberapa penyebab pengelupasan pada kulit, di antaranya:
1. Paparan sinar matahari
Kulit yang terpapar sinar matahari terlalu lama akan menyebabkan kerusakan pada lapisan-lapisan di dalamnya. Biasanya kulit akan terlihat merah, nyeri, dan panas saat disentuh. Jika paparan sinar matahari mengenai tubuh terlalu lama, dalam beberapa hari kemudian lapisan kulit yang rusak akan mengelupas.
Untuk mencegah hal itu terjadi sangat penting untuk memberikan pelembab atau tabir surya pada kulit. Hal itu digunakan untuk meminimalisasi jumlah paparan yang ada pada kulit, sehingga tidak terjadi pengelupasan.
2. Iklim
Perubahan iklim sangat memengaruhi kulit seseorang. Iklim yang panas akan membuat kulit menjadi kering, pecah, dan mengelupas. Untuk itu, diperlukan air dingin atau hangat saat mandi untuk melembabkan kulit. menggunakan humidifier juga berguna untuk melembabkan suhu udara.
3. Bahan kimia
Bahan kimia dapat membuat kulit menjadi sensitif dan mengelupas. Bahan-bahan kimia ini bisa terdapat pada barang yang digunakan sehari-hari seperti sabun, sampo, dan pelembab yang dapat mengiritasi kulit. Biasanya hal ini terjadi karena bahan yang terkandung pada sabun atau sampo tersebut tidak cocok untuk kulit.
Penggunaan deterjen juga bisa menyebabkan iritasi dan gatal-gatal pada kulit. Hal itu yang menyebabkan kulit dapat mengelupas. Untuk itu, jika terjadi hal tersebut segera hentikan penggunaan produk tersebut.
4. Mencuci tangan yang berlebihan
Mencuci tangan adalah hal yang baik untuk menjaga kebersihan. Namun, mencuci tangan yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi dan pengelupasan pada kulit tangan. Biasanya faktor-faktor ini disebabkan beberapa hal di antaranya:
Air yang kotor
Menggunakan air yang terlalu panas
Menggunakan sabun dengan bahan kimia yang keras
Mengeringkan tangan dengan handuk kertas kasar
Kulit yang mengelupas jika dilakukan pencegahan penyebabnya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika pengelupasan kulit terjadi cukup parah dan berlebihan dapat menghubungi dokter untuk mendapat perawatan lebih dalam.
Beberapa tanda pengelupasan terjadi secara parah dapat terlihat dengan munculnya gejala-gejala seperti demam, kemerahan, nyeri yang berlebih, dan keluarnya nanah. Dokter akan memberikan obat untuk menyembuhkan iritasi yang terjadi pada kulit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kejagung memeriksa tiga ASN BGN dan dua saksi lain terkait dugaan korupsi tata kelola program MBG tahun 2025-2026.
DPRD DIY menyebut ada BTT sekitar Rp15 miliar untuk mengantisipasi kekeringan 2026 jika kebutuhan penanganan meningkat.
Kejati Jateng mengusut dugaan korupsi Smart Classroom di 13 daerah. Harga TV pintar diduga digelembungkan hingga enam kali lipat.
Desil Timbul, tukang becak Kulonprogo, masih tercatat 9 menurut lurah. Sebelumnya BPS menyebut desilnya telah turun menjadi 3.
Pembangunan tahap pertama Taman Budaya Bantul di Sendangsari mencapai 70 persen. Proyek ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY Rp19,8 miliar.
Kejati Jateng mencatat penyelamatan keuangan negara Rp36,8 miliar dari perkara korupsi dan TPPU sepanjang Januari-Agustus 2026.