Era AI Makin Canggih, 4 Kemampuan Manusia Ini Tak Boleh Hilang
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Workaholic beda dengan pekerja keras. Workaholic merupakan sikap mementingkan pekerjaan secara berlebihan dan melalaikan aspek kehidupan yang lain. Dianggap sebagai salah satu gangguan mental, orang yang workaholic kerap mengabaikan waktu istirahat meski pekerjaannya telah selesai.
Peneliti Norwegia dari Department of Psychosocial Science di University of Bergen mengidentifikasi gejala spesifik yang merupakan karakteristik workaholic. Terdapat tujuh kriteria atau tanda seseorang mengalami gangguan \'gila kerja\' ini, di antaranya:
Sebuah studi tahun 2013 oleh Kansas State University menemukan, orang yang bekerja lebih dari 50 jam per minggu cenderung menderita konsekuensi kesehatan fisik dan mental.
Orang workaholic tidak memiliki kemampuan untuk melepaskan driri dari pekerjaannya. Walaupun ia bekerja secara terus-menerus, hal ini tidak meningkatkan tingkat produktivitas dirinya. Orang yang memiliki gangguan ini juga biasanya akan mengalami stres pada saat-saat tertentu, yang akan berisiko pada kesehatannya, bahkan berkontribusi pada kematian dini.
Lalu, apa bedanya workaholic dengan pekerja keras? Seseorang yang memiliki jiwa pekerja keras akan berusaha melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya. Hal itu dilakukannya biasanya dengan tujuan. Setelah tercapai, ia akan beristirahat menikmati hasil pekerjaannya.
Dilansir dari laman Forbes, berikut terdapat perbedaan antara workaholic dan pekerja keras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.