Sabet 8 Medali Kejurnas, 5 Atlet Anggar Sleman Siap ke Pentas Asia
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Saintjimmy.-Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Goodbye corona, segeralah enyah dari dunia. Begitulah sepenggal lirik dari lagu Goodbye Corona milik band punk rock asal Jogja. Lagu yang baru saja dirilis ke publik pada Jumat (4/12/2020).
Vokalis sekaligus gitaris Saintjimmy, Gandhi, menuturkan lagu itu berawal dari akhir Mei 2020 yang menjadi titik puncak keruwetan hidupnya, yang menjadi salah satu bagian dari jutaan umat manusia yang terdampak pandemi Covid-19.
“Kehancuran finansial, pembatalan seluruh pekerjaan sampai kehancuran psikis karena mesti mengakhiri hubungan pekerjaan dengan dua karyawan,” ungkapnya dalam rilis kepada harianjogja.com, Sabtu (5/12/2020).
Namun, kejadian-kejadian itu justru jadi pemantik bagi Gandhi mengambil sebuah gitar kecil dan memetiknya. Di suatu siang di teras studionya, tertulislah sekumpulan syair berisi harapan dan doa baik. Nada dan syair terangkai menjadi sebuah harmoni lagu.
Gandhi lantas mengirimkan karyanya itu ke rekan-rekannya di Saintjimmy. Personel lain, Jeko, Dhana dan Graha merespons baik karya milik Gandhi itu. Alhasil, setelah ada perubahan pilihan kata dan makna dalam liriknya agar bisa diterima publik, aransemen kasar Goodbye Corona mulai disusun di pertengahan Juni 2020.
Lalu, Saintjimmy mencoba membawakan lagu Goodbye Corona di beberapa kesempatan pentas daring sejak Juli hingga September. Perubahan aransemen juga tak terhindarkan setelah dicoba dipanggungkan.
Pada Oktober 2020, Saintjimmy mendapati aransemen yang tepat sehingga tak butuh waktu lama langsung merekamnya di dua studio berbeda. Rekaman dilakukan di AbelRecordStudio kecuali drum yang direkam di RumahTuaRecordStudio. “Soal album, Saintjimmy sudah merencanakannya untuk rilis di semester awal 2021,” tutur Gandhi.
na dan Graha merespons baik karya milik Gandhi itu. Alhasil, setelah ada perubahan pilihan kata dan makna dalam liriknya agar bisa diterima publik, aransemen kasar Goodbye Corona mulai disusun di pertengahan Juni 2020.
Lalu, Saintjimmy mencoba membawakan lagu Goodbye Corona di beberapa kesempatan pentas daring sejak Juli hingga September. Perubahan aransemen juga tak terhindarkan setelah dicoba dipanggungkan.
Pada Oktober 2020, Saintjimmy mendapati aransemen yang tepat sehingga tak butuh waktu lama langsung merekamnya di dua studio berbeda. Rekaman dilakukan di AbelRecordStudio kecuali drum yang direkam di RumahTuaRecordStudio. “Soal album, Saintjimmy sudah merencanakannya untuk rilis di semester awal 2021,” tutur Gandhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.
Rektor menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi kompleksitas dunia modern. Keberhasilan lahir dari kerja tim, jejaring.