Kehidupan Seni Malioboro Digairahkan Lagi lewat Nol Koma #1
Komunitas Malioboro Classical menghadirkan acara bertajuk 0, Nol Koma #1 untuk menggairahkan lagi kehidupan seni di Malioboro.
Saintjimmy.-Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Goodbye corona, segeralah enyah dari dunia. Begitulah sepenggal lirik dari lagu Goodbye Corona milik band punk rock asal Jogja. Lagu yang baru saja dirilis ke publik pada Jumat (4/12/2020).
Vokalis sekaligus gitaris Saintjimmy, Gandhi, menuturkan lagu itu berawal dari akhir Mei 2020 yang menjadi titik puncak keruwetan hidupnya, yang menjadi salah satu bagian dari jutaan umat manusia yang terdampak pandemi Covid-19.
“Kehancuran finansial, pembatalan seluruh pekerjaan sampai kehancuran psikis karena mesti mengakhiri hubungan pekerjaan dengan dua karyawan,” ungkapnya dalam rilis kepada harianjogja.com, Sabtu (5/12/2020).
Namun, kejadian-kejadian itu justru jadi pemantik bagi Gandhi mengambil sebuah gitar kecil dan memetiknya. Di suatu siang di teras studionya, tertulislah sekumpulan syair berisi harapan dan doa baik. Nada dan syair terangkai menjadi sebuah harmoni lagu.
Gandhi lantas mengirimkan karyanya itu ke rekan-rekannya di Saintjimmy. Personel lain, Jeko, Dhana dan Graha merespons baik karya milik Gandhi itu. Alhasil, setelah ada perubahan pilihan kata dan makna dalam liriknya agar bisa diterima publik, aransemen kasar Goodbye Corona mulai disusun di pertengahan Juni 2020.
Lalu, Saintjimmy mencoba membawakan lagu Goodbye Corona di beberapa kesempatan pentas daring sejak Juli hingga September. Perubahan aransemen juga tak terhindarkan setelah dicoba dipanggungkan.
Pada Oktober 2020, Saintjimmy mendapati aransemen yang tepat sehingga tak butuh waktu lama langsung merekamnya di dua studio berbeda. Rekaman dilakukan di AbelRecordStudio kecuali drum yang direkam di RumahTuaRecordStudio. “Soal album, Saintjimmy sudah merencanakannya untuk rilis di semester awal 2021,” tutur Gandhi.
na dan Graha merespons baik karya milik Gandhi itu. Alhasil, setelah ada perubahan pilihan kata dan makna dalam liriknya agar bisa diterima publik, aransemen kasar Goodbye Corona mulai disusun di pertengahan Juni 2020.
Lalu, Saintjimmy mencoba membawakan lagu Goodbye Corona di beberapa kesempatan pentas daring sejak Juli hingga September. Perubahan aransemen juga tak terhindarkan setelah dicoba dipanggungkan.
Pada Oktober 2020, Saintjimmy mendapati aransemen yang tepat sehingga tak butuh waktu lama langsung merekamnya di dua studio berbeda. Rekaman dilakukan di AbelRecordStudio kecuali drum yang direkam di RumahTuaRecordStudio. “Soal album, Saintjimmy sudah merencanakannya untuk rilis di semester awal 2021,” tutur Gandhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komunitas Malioboro Classical menghadirkan acara bertajuk 0, Nol Koma #1 untuk menggairahkan lagi kehidupan seni di Malioboro.
Telkom mempercepat program streamlining 50 entitas anak usaha untuk menyederhanakan portofolio, memperkuat bisnis inti, meningkatkan efisiensi.
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
DPRD DIY mendukung wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 untuk mengukur kompetensi dan meningkatkan mutu pembelajaran.
Bank BPD DIY Syariah meraih Infobank Sharia Award 2026 dengan predikat “Sangat Bagus” dan Platinum Champion setelah mempertahankan prestasi selama 10 tahun bert
Linda Benny resmi dilantik menjadi Wabup Klaten untuk sisa masa jabatan 2025-2030 dan berkomitmen melanjutkan pembangunan bersama Bupati Hamenang.