Jargas Diklaim Bantu Rumah Tangga Hemat Rp50.000-Rp80.000 per Bulan
Bakom menyebut program Jargas membantu rumah tangga menghemat hingga Rp900.000 per tahun sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Karyawan beraktivitas di sebuah gedung perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta hingga Rabu (18/3), sebanyak 21.589 orang dari 220 perusahaan telah melaksanakan bekerja di rumah atau Work from Home (WFH)./ANTARA FOTO-Wahyu Putro A
Harianjogja.com, JAKARTA – Asosiasi menilai bahwa perusahaan akan terus menerapkan sistem kerja secara jarak jauh atau remote dalam beberapa waktu mendatang.
Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo), Edward Ismawan Chamdani mengatakan bawa transformasi digital selama pandemi Covid-19 telah memaksa masyarakat untuk lebih dekat dengan teknologi.
“Bekerja remote pasti terjadi dan kemungkinan berlanjut, adanya PSBB memaksa pekerja beralih ke digital dan efeknya mereka yang telah merasakan akhirnya membuat perusahaan ada yang memiliki keinginan untuk mempertahankan pola tersebut. Bahkan, survei kami menyebutkan lebih dari 50 persen ingin tetap remote,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (26/11/2020).
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa untuk kasus perusahaan rintisan (startup) justru sudah terbiasa untuk bekerja secara jarak jauh.
“Bahkan, di kondisi pandemi mereka (startup) meningkatkan kinerja dengan membeli software tambahan untuk mempermudah bekerja secara remote dan ini sudah terjadi. Sedangkan, untuk perusahaan konvensional ke depan akan mengombinasikan kedua pola ini bekerja di kantor dan dari rumah," ujarnya.
Sementara itu, pendiri Asosiasi Digital Kreatif Indonesia (Aditif) Saga Iqranegara mengatakan bahwa akan banyak perusahaan baik rintisan dan konvensional yang memutuskan memperpanjang bekerja remote.
“Akan diperpanjang karena terbukti bisa menekan pengeluaran. Bagi startup tahap awal ini sangat penting untuk memastikan nafas mereka lebih panjang dan digunakan ke hal yang lebih perlu,” ujarnya.
Saga pun melihat bahwa startup merupakan tipe perusahaan yang paling siap untuk menerapkan sistem kerja remote karena secara natural sebagian besar pekerjaan bisa dilakukan jarak jauh.
“Tren akan terus berlanjut entah sampai kapan. Saya yakin akan semakin banyak perusahaan yang menerapkan remote working policy, yang lebih menekankan pada delivery tugas daripada menghitung waktu kerja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Bakom menyebut program Jargas membantu rumah tangga menghemat hingga Rp900.000 per tahun sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li